Senin, 04 Agustus 2008

SIKAP PENGINJILAN PAULUS

Selasa, 5 Agustus 2008

Bacaan: I Kor 2:1-5

2:1 Demikianlah pula, ketika aku datang kepadamu, saudara-saudara, aku tidak datang dengan kata-kata yang indah atau dengan hikmat untuk menyampaikan kesaksian Allah kepada kamu.
2:2 Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan.
2:3 Aku juga telah datang kepadamu dalam kelemahan dan dengan sangat takut dan gentar.
2:4 Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh,
2:5 supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah.


Fakta:

Paulus berkata kepada Jemaat Korintus:
• ...ketika aku datang kepadamu, saudara-saudara, aku tidak datang dengan kata-kata yang indah atau dengan hikmat untuk menyampaikan kesaksian Allah kepada kamu.
• ...aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan.
• ...Aku...datang kepadamu dalam kelemahan dan dengan sangat takut dan gentar.
• ...perkataan...maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh, supaya iman-mu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah.

Pertanyaan:
Mengapa Paulus bersikap seperti itu?

Jawaban:
Karena Paulus takut dan hormat kepada Allah. Ia sadar siapa dirinya dan apa posisinya di hadapan Allah. Lebih dari itu, ia pun tahu apa yang sedang ia perjuangkan dan siapa yang menyertainya dibalik semua itu. Dia adalah Allah Yang Maha Kuasa, yang ia sembah dan yang ia layani dengan segenap hati, segenap jiwa dan segenap kekuatannya.

Sehingga dengan demikian, ia tidak menggunakan caranya sendiri sebagai manusia yang berdosa dan hina di hadapan Allah. Meskipun mungkin cara Paulus sangat indah dan mempesona, ia tidak mengambil sedikit pun kesempatan untuk mencuri kemuliaan Allah, melalui pesona perkataan, hikmat atau kebijaksanaannya sebagai manusia.

Sebaliknya ia membuat Kristus sebagai poin sentral dan pusat perhatian semua orang yang mendengar dan memperhatikannya.

Doa:
Tuhan terima kasih atas pelajaran pagi ini. Berikan sikap hati yang senantiasa memuliakan namaMu bukan diri sendiri. Dalam nama Yesus Kristus. Amin.

Tidak ada komentar: