Kamis, 04 Desember 2008

ZEALOUS JEWS, PROUD GREEK, BOASTFUL ROMANS

Kamis, 4 Desember 2008

Bacaan: Roma 2:1-11

2:1 Karena itu, hai manusia, siapa pun juga engkau, yang menghakimi orang lain, engkau sendiri tidak bebas dari salah. Sebab, dalam menghakimi orang lain, engkau menghakimi dirimu sendiri, karena engkau yang menghakimi orang lain, melakukan hal-hal yang sama.
2:2 Tetapi kita tahu, bahwa hukuman Allah berlangsung secara jujur atas mereka yang berbuat demikian.
2:3 Dan engkau, hai manusia, engkau yang menghakimi mereka yang berbuat demikian, sedangkan engkau sendiri melakukannya juga, adakah engkau sangka, bahwa engkau akan luput dari hukuman Allah?
2:4 Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan?
2:5 Tetapi oleh kekerasan hatimu yang tidak mau bertobat, engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pada hari waktu mana murka dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan.
2:6 Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya,
2:7 yaitu hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik, mencari kemuliaan, kehormatan dan ketidakbinasaan,
2:8 tetapi murka dan geram kepada mereka yang mencari kepentingan sendiri, yang tidak taat kepada kebenaran, melainkan taat kepada kelaliman.
2:9 Penderitaan dan kesesakan akan menimpa setiap orang yang hidup yang berbuat jahat, pertama-tama orang Yahudi dan juga orang Yunani,
2:10 tetapi kemuliaan, kehormatan dan damai sejahtera akan diperoleh semua orang yang berbuat baik, pertama-tama orang Yahudi, dan juga orang Yunani.
2:11 Sebab Allah tidak memandang bulu.

Ada tiga bangsa besar di balik surat Paulus kepada Jemaat di Roma. Mereka adalah bangsa Yahudi, bangsa Yunani dan bangsa Romawi. Ketiganya mempunyai sesuatu yang mereka banggakan. Bangsa Yahudi bangga karena mereka adalah keturunan Abraham. Bangsa yang pertama kali berinteraksi dengan Tuhan, berkomunikasi dan mempunyai pengalaman dengan Tuhan. Mereka disebut sebagai bangsa atau umat pilihan Allah. Bangsa Yunani terkenal dengan pendidikan dan filsuf-filsuf yang terkenal seperti Socrates, Aristoteles, Plato, dan lain-lain. Sedangkan bangsa Romawi terkenal dengan pemimpin-pemimpin besarnya seperti Julius Caesar dan Alexander The Great yang berperang mengalahkan bangsa-bangsa lain dan menguasai mereka. Bangsa Romawi mempunyai kewarganegaraan yang sangat dihormati di dunia.

Uniknya kualitas-kualitas dari bangsa ini terdapat di dalam diri Paulus. Paulus adalah orang Yahudi berkebangsaan Romawi dan mempunyai latarbelakang pendidikan Yunani. Sungguh sangat indah cara Tuhan memperlengkapi Paulus dan menggunakannya bagi kemuliaan-Nya sehingga ia dapat bergaul dengan bangsa-bangsa lain dan dapat memenangkan mereka. Seperti yang pernah Allah katakan kepada Ananias bahwa Ia akan menggunakan Paulus untuk memberitakan nama-Nya kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel (band. Kis 9:15).

Tidak seperti di dalam diri Paulus, tiga bangsa tadi mempunyai konflik satu sama lain. Bangsa Yahudi mempunyai persoalan klasik tentang wajib pajak kepada pemerintah Romawi (band. Roma 13). Mereka juga tidak suka terhadap penyembahan terhadap patung, berhala dan kaisar. Seperti yang tercatat di dalam sejarah bahwa orang-orang Farisi rela menyerahkan kepalanya untuk dipenggal asal jangan menyembah berhala bangsa Roma. Sedangkan bangsa Romawi tidak menyukai bangsa Yahudi karena isu tentang kedatangan Raja yang akan datang atau biasa disebut sebagai Mesias. Begitu juga dengan bangsa Yunani tidak menyukai legalisme yang dipaksakan Yahudi dan juga tidak menyukai lawan perangnya yaitu bangsa Romawi.

Dengan latar belakang itu, dapat dimengerti bahwa Paulus tidak sedang membela atau memihak bangsa tertentu tetapi Allah. Ia menggunakan kata “manusia” di dalam pengajarannya karena bagi Allah, bukan saja bangsa Yahudi, bangsa Yunani atau bangsa Romawi yang mengalami persoalan yang serius tetapi semua manusia tanpa kecuali. Seperti yang disebutkan pada Roma 3:23 bahwa “…semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.”

Itulah sebabnya mengapa Paulus ingin memenangkan semua bangsa termasuk bangsa Yahudi, bangsa Yunani dan bangsa Romawi. Seperti yang diperintahkan Yesus kepada murid-murid-Nya:”Pergilah jadikanlah semua bangsa muridKu, dan baptislah mereka di dalam Bapa, Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa kepada akhir zaman.”

Demikian pula Allah ingin memperlengkapi dan menggunakan Anda dan saya untuk memenangkan bangsa-bangsa bagi kemuliaan nama-Nya.

Doa:
Tuhan terima kasih atas pelajaran pagi ini. Mampukan hamba agar dapat senantiasa diperlengkapi dan digunakan untuk memenangkan orang lain bagi kemuliaan nama-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus. Amin.

Tidak ada komentar: