Sabtu, 13 Desember 2008

4 KUADRAN IMAN & PERBUATAN

Sabtu, 13 Desember 2008

Bacaan: Roma 4:2-8

4:2 Sebab jikalau Abraham dibenarkan karena perbuatannya, maka ia beroleh dasar untuk bermegah, tetapi tidak di hadapan Allah.
4:3 Sebab apakah dikatakan nas Kitab Suci? ”Lalu percayalah Abraham kepada Tuhan, dan Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.”
4:4 Kalau ada orang yang bekerja, upahnya tidak diperhitungkan sebagai hadiah, tetapi sebagai haknya.
4:5 Tetapi kalau ada orang yang tidak bekerja, namun percaya kepada Dia yang membenarkan orang durhaka, imannya diperhitungkan menjadi kebenaran.
4:6 Seperti juga Daud menyebut berbahagia orang yang dibenarkan Allah bukan berdasarkan perbuatannya:
4:7 ”Berbahagialah orang yang diampuni pelanggaran-pelanggarannya, dan yang ditutupi dosa-dosanya;
4:8 berbahagialah manusia yang kesalahannya tidak diperhitungkan Tuhan kepadanya.”

Berdasarkan Alkitab, saya membagi 4 (empat) kuadran tentang iman dan perbuatan. Ke-4 (empat) kuadran tersebut adalah sebagai berikut:
1. Kuadran 1: Tanpa Iman dan Tanpa Perbuatan (baik)
2. Kuadran 2: Iman Tanpa Perbuatan
3. Kuadran 3: Perbuatan Tanpa Iman
4. Kuadran 4: Iman dan Perbuatan. Atau, Iman yang menghasilkan Perbuatan

Orang yang berada di kuadran 1 biasa disebut sebagai orang tidak percaya atau duniawi. Mereka tidak beriman. Mereka juga tidak berbuat baik. Sedangkan orang yang berada di kuadran 2 dapat disebut sebagai religious. Mereka berpikir dan berbicara tentang firman tetapi tidak melakukannya. Orang yang berada di kuadran 3 biasa disebut sebagai legalis. Mereka terdapat di antara bangsa Yahudi yaitu yang melakukan peraturan, tata cara, perbuatan-perbuatan yang baik tetapi tanpa iman kepada Kristus. Mereka berpikir bahwa dengan mengikuti peraturan, tata cara dan melakukan perbuatan-perbuatan yang baik dapat mengantar mereka sampai ke sorga. Tetapi orang yang berada di kuadran 4 adalah orang yang beriman kepada Kristus. Dan karena imannya itu ia menghasilkan perbuatan-perbuatan yang baik. Mereka biasanya disebut sebagai orang percaya atau orang beriman.

Orang-orang di kuadran 1 perlu belajar Kitab Suci sehingga dengan demikian ia akan beriman kepada Kristus dan menghasilkan perbuatan-perbuatan yang sesuai dengan iman itu. Orang-orang di kuadran 2 perlu melatih diri untuk menjadi pelaku firman. Orang-orang di kuadran 3 perlu meninjau atau meng-kaji ulang tentang iman, tentang Kristus dan tentang firman Allah. Sedangkan orang-orang di kuadran 4 perlu menjaga iman mereka, setia dan terus bertumbuh dari waktu ke waktu.

Timbul pertanyaan, apakah iman itu? Menurut Roma 10:14;17, iman timbul dari pendengaran terhadap firman Allah. Artinya, di dalam diri orang yang mempunyai interpresi atau pengertian yang benar terhadap firman Allah akan timbul iman, sehingga mempengaruhi sikap, pandangan dan perbuatan-perbuatan orang tersebut.

Jadi, dapatkah seseorang beriman tanpa Alkitab atau firman Allah? Tentu saja tidak. Atau, apa jadinya kekristenan tanpa Alkitab? Tidak ada. Apa jadinya kekristenan tanpa pengertian atau interpretasi yang benar? Kepalsuan. Dan apa jadinya kekristenan tanpa perbuatan-perbuatan yang sesuai iman? Agama yang kosong.

Doa:
Tuhan terima kasih atas pelajaran pagi ini. Mampukan hamba agar dapat senantiasa menjaga iman hamba, setia dan terus bertumbuh dari waktu ke waktu. Di dalam nama Yesus Kristus. Amin.



Tidak ada komentar: