Minggu, 23 Agustus 2009

LIMA PENYEBAB SALAH INTERPRETASI

Ada lima hal menurut saya yang mengakibatkan kesalahan di dalam menginterpretasikan Alkitab. Yang pertama adalah subjektifitas. Subjektifitas biasanya timbul di dalam diri seseorang yang sudah mempunyai pemikiran, kepercayaan atau keyakinan sendiri sebelum mengadakan studi yang komprehensif terhadap Alkitab. Orang yang subjektif menggunakan ayat-ayat Alkitab tertentu untuk mendukung pemikiran, kepercayaan, atau keyakinannya tersebut.

Salah satu akibat dari sujektifitas adalah bias. Bias dapat timbul atau terjadi di dalam diri seseorang yang sebelumnya sudah mempunyai pengalaman tertentu, yang mengakar kuat di dalam diri seseorang, yang traumatis atau semacamnya. Contohnya, seseorang yang dibesarkan di tengah lingkungan yang permisif, yang biasanya tidak menghormati otoritas akan sangat sukar menerima Alkitab yang otoritatif terhadap dirinya. Akibatnya, orang-orang yang demikian akan cenderung menyukai ayat-ayat tertentu yang tidak bersifat menegur atau yang imperatif. Ditambah lagi, Alkitab juga mengandung informasi tentang penghakiman dan neraka. Sesuatu yang tidak disukai oleh orang yang seperti dicontohkan tadi.

Tidak heran mengapa ada terdapat kelompok atau ajaran Kristen tertentu yang tidak percaya atau tidak menerima ajaran atau pesan bahwa penghakiman dan neraka itu adalah benar dan sungguh ada. Pengikut-pengikut ajaran seperti itu mungkin juga adalah orang-orang yang serupa, yang biasanya tidak menghormati otoritas, menentang disiplin, dan menolak tanggung jawab (band. Ibrani 4:12-13).

Padahal, Alkitab mengandung 2 (dua) jenis pesan yang sangat jelas. Pertama yaitu pesan keselamatan (Sorga) dan yang kedua adalah pesan penghakiman (Neraka). Yang pertama adalah bagi orang yang percaya, sedangkan yang kedua adalah bagi yang tidak percaya. Berikut di bawah ini adalah contoh ayat-ayat yang berkaitan dengan hal tersebut.

Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. (Markus 16:16)

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yohanes 3:16)

Sebab bagi Allah kami adalah bau yang harum dari Kristus di tengah-tengah mereka yang diselamatkan dan di antara mereka yang binasa. Bagi yang terakhir kami adalah bau kematian yang mematikan dan bagi yang pertama bau kehidupan yang menghidupkan. Tetapi siapakah yang sanggup menunaikan tugas yang demikian? (2 Korintus 2:15-16)

Paulus sendiri melontarkan pertanyaan:”…siapakah yang sanggup menunaikan tugas yang demikian?” Artinya tugas pemberita firman sesungguhnya merupakan tugas yang sangat menantang dan sangat beresiko terhadap pemberitanya. Mengapa? Karena ia menyampaikan bukan saja kabar baik bagi tetapi juga pesan atau berita tentang penghakiman bagi orang yang tidak percaya.

Yohanes pasal 16 ayat yang ke 8 mengatakan bahwa Roh Kudus akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman. Dialah juga yang menghasilkan Alkitab yang dituliskan oleh nabi-nabi dan rasul-rasul (band. 2 Petrus 1:20-21). Dengan kata lain, baik Roh Kudus maupun Alkitab mengandung pesan tidak berbeda, tidak bertentangan atau tidak bertolak belakang yang salah satu pesannya adalah penghakiman atau neraka.

Yang kedua adalah sentimentalitas. Sentimentalitas juga adalah salah satu hal yang berpotensi menghasilkan bias di dalam interpretasi seseorang terhadap Alkitab. Orang-orang Kristen yang lahir di tengah budaya yang sungkan terhadap orang lain akan sangat sukar atau bergumul di dalam merespon atau menerima ayat-ayat tertentu yang mengandung nasihat untuk mengoreksi, menasihati atau menegur orang lain. Apalagi, salah satu manfaat Alkitab adalah untuk mengoreksi dan menyatakan kesalahan bukan saja diri sendiri tetapi juga orang lain.

Tokoh-tokoh Alkitab seperti para nabi dan para rasul adalah orang-orang yang mengalami resiko berupa ejekan, hinaan bahkan penganiayaan karena berita yang mereka bawa dan sampaikan. Semua itu tentunya tidak akan pernah terjadi jika mereka hanya membawa pesan atau berita tentang kedamaian atau tentang Sorga saja. Yohanes Pembaptis misalnya, hidupnya di dunia berakhir dengan kepala yang dipenggal dan disajikan di atas talam. Saya merasa tidak perlu menjelaskan lebih lanjut kepada Anda tentang bagaimana atau seperti apa Yohanes Pembaptis menyampaikan khotbahnya di padang gurun. Anda pasti sudah mengetahui dan familiar tentang suaranya yang keras dan khotbahnya yang lantang. Yesus Kristus pun bukanlah orang yang sentimental meskipun Ia adalah pribadi yang penuh kasih. Ia menegur keras agamawan yang munafik, yang kurang ajar, orang-orang yang tidak percaya, atau yang hanya berupaya memenuhi kebutuhan jasmani dan bukan rohani.

Yang ketiga adalah rasionalisme. Rasionalisme dapat menjadi penyebab timbulnya kesalahan di dalam menginterpretasikan Alkitab meskipun sesungguhnya kitab tersebut adalah kitab yang rasional. Hal-hal atau bagian-bagian tertentu yang ada terdapat di dalamnya yang mungkin sulit atau sukar dicerna atau diartikan secara rasio oleh manusia sesungguhnya bukanlah berada di bawah level rasio manusia atau irasional, tetapi sebaliknya berada di atas rasio manusia atau biasa disebut dengan supra rasio. Contohnya tentang penciptaan langit dan bumi di dalam waktu enam hari, dari yang tidak ada menjadi ada. Selain itu tentang kebangkitan dari mati, tentang kenaikan, tentang surga, neraka, tentang trinitas, tentang inkarnasi, dan lain-lain.

Rasionalisme dapat mengakibatkan orang-orang Kristen tertentu menetapkan doktrin sendiri yang berbeda dari pesan atau pengertian asli Alkitab, sehingga, lahirlah aliran atau kelompok yang baru yang biasa disebut dengan sekte atau cult. Sekte atau cult tertentu tidak percaya tentang eksistensi neraka, tidak percaya bahwa Yesus Kristus adalah satu dari tiga pribadi Tuhan, dan tidak percaya tentang kebangkitan dari mati.

Yang ke-empat adalah lack of study atau kurangnya studi atau pendalaman Alkitab. Seseorang mungkin saja mengutip satu atau dua ayat di dalam Alkitab, kemudian memercayai dan meyakininya, lalu melakukan, menerapkan atau mengimplementasikannya. Padahal, mungkin saja bahwa satu dua ayat yang dikutipnya itu belumlah lengkap tanpa ayat-ayat yang lain yang juga disebutkan oleh Alkitab. Contoh yang paling mudah atau sering ditemukan di dalam kehidupan Kristen adalah interpretasi terhadap Yohanes 3:16 yang mengatakan:”Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Orang Kristen yang tidak membaca Lukas 13:3,5 akan menyimpulkan “percaya saja sudah cukup” atau “yang penting percaya”. Sebaliknya, orang Kristen yang mengadakan studi dengan teliti dan rajin akan mengerti bahwa percaya yang dimaksud oleh Yohanes 3:16 berarti juga adalah bertobat seperti yang disebutkan oleh Lukas 13:3,5.

Yang kelima adalah dosa. Roma 1:25 mengatakan:”Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya,…” Dosa adalah penyebab mengapa manusia tidak menerima dan menolak kebenaran yaitu dengan cara menggeser dan menggantikannya dengan yang lain. Itu bisa saja merupakan ritual atau tindakan relijius yang mungkin tampaknya sangat sungguh-sungguh dan mempesona. Tetapi sesuai kitab Roma pasal 10 ayat 1 dan 2, kesungguhan bukanlah acuan atau patokan bahwa seseorang akan dinilai atau dipandang benar oleh Tuhan atau dapat diterima oleh-Nya melainkan apakah orang tersebut mempunyai pengertian yang benar. Interpretasi atau pengertian yang benar adalah awal atau dasar yang mutlak dan penting sebelum seseorang melakukan semua tindakan atau perbuatan-perbuatan spiritual atau rohaninya.

Saya ulangi sekali lagi secara ringkas, lima hal yang menyebabkan salah interpretasi adalah subjektifitas, sentimentalitas, rasionalisme, lack of study, dan yang kelima adalah dosa. Lima hal ini dapat berhubungan atau saling kait-mengkait antara satu dengan yang lain.



Copyright (c) 2009 by Naek @ NEVER MISSING QUIET TIME
http://www.nevermissingqt.blogspot.com/

Tidak ada komentar: