Sabtu, 11 April 2009

Kegelapan Tuhan di Kalvari


Bacaan: Mat 27:45-56; Lukas 23:44-49
Mulai dari jam dua belas kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga…

Kegelapan biasanya diasosiasikan dengan dosa, iblis atau neraka. Tetapi kegelapan di Kalvari bukanlah kegelapan biasa. Ia bukan berasal dari iblis atau oleh iblis sebagai asal atau sumber kegelapan moral atau spiritual (moral darkness atau spiritual darkness). Iblis tidak berkuasa atas kegelapan alam (natural darkness) tetapi Tuhan.

Mari pelajari tentang kegelapan Tuhan di Perjanjian Lama. Baca dan temukanlah arti kegelapan Tuhan melalui ayat-ayat berikut yakni:
  • Kej 15:12,17: penerimaan Tuhan terhadap persembahan Abram
  • Kel 10:21-22: kemarahan, peringatan atau hukuman Allah
  • Yoel 2:1-2, 31: hari Tuhan dan kehadiran Tuhan
  • Amos 5:18,20; 8:9: hari Tuhan dan kemarahan ilahi
Kesimpulannya, kegelapan di Kalvari menandakan kehadiran Tuhan. Itu juga menunjukkan sambutan atau penerimaan-Nya terhadap Anak sebagai korban penghapus dosa manusia. Selain itu, kegelapan di Kalvari juga menggambarkan kemarahan ilahi dari Tuhan terhadap dosa-dosa yang ditanggung oleh Anak. Ingatlah tentang seruan Yesus di kayu salib: ”Allah-Ku, Allah-Ku mengapa Engkau meninggalkan Aku?

Kegelapan Allah di Kalvari meninggalkan fakta yang penuh arti rohani. Sebelumnya, yaitu dari jam 9 sampai jam 12 Yesus disiksa secara fisik, dianiaya, diolok-olokkan, dan disalibkan. Tiga jam setelah itu kegelapan meliputi seluruh daerah itu tepatnya mulai jam 12 sampai jam 3. Tabir Bait Suci terbelah dua. Yesus berseru: ”Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” Terjadi gempa bumi dan bukit-bukit batu terbelah. Sedangkan orang banyak di Kalvari terdiam. Mereka tidak mempunyai lampu, alat penerang atau cahaya karena kegelapan itu datang di siang hari.

Ironisnya, kegelapan di Kalvari terasa lebih keras mengetuk hati dua pria yang tidak disangka menjadi percaya. Pertama, pria di sebelah kanan Yesus. Kedua, kepala pasukan Roma yang berkata: ”Sungguh, orang ini adalah orang benar (Anak Allah band. Mat 27:54)!”

Melalui fakta-fakta tersebut dapat ditemukan arti atau kebenaran-kebenaran rohani tentang kegelapan di Kalvari yakni sebagai berikut:
  1. Kegelapan di Kalvari bukanlah kegelapan alam biasa seperti gerhana atau semacamnya. Kegelapan di sana saat itu menandakan kehadiran Tuhan, kemarahan ilahi-Nya, dan penghukuman-Nya terhadap Anak yaitu Yesus sebagai penanggung dan penebus dosa manusia.
  2. Respon orang-orang di Kalvari mengungkapkan bahwa kegelapan itu membungkam, mengejutkan dan membuat mereka tercengang.
  3. Respon Yesus di tengah kegelapan Tuhan adalah menyerahkan diri-Nya sebagai korban penghapus dosa dan menerima hukuman dan kemarahan ilahi dari Bapa. Saat itu Ia berseru: ”Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?”
  4. Pengorbanan Yesus digambarkan melalui Abraham sebagai bapa yang mempersembahkan anak tunggalnya yaitu Ishak. Hal ini dikonfirmasi oleh Injil Yohanes pasal 3 ayat 16: Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia telah mengaruniakan anak-Nya yang tunggal….
  5. Yesus menanggung dan menebus dosa manusia (termasuk Anda dan saya).
  6. Yesus menjadi perantara atau jembatan antara Allah dan manusia. Kebenaran ini diungkapkan dengan tabir Bait Suci yang terbelah menjadi dua.
Dengan kata lain, penderitaan Yesus di Kalvari bukan semata hanya penderitaan fisik, mental, atau ketidakadilan terhadap pria tak berdosa. Tetapi jauh lebih dari itu yaitu penderitaan rohani yang mengandung arti dan kebenaran-kebenaran rohani. Dan yang paling penting lagi, Ia berkorban, menderita, disalib dan mati demi Anda. Karena Ia begitu mengasihi Anda dan saya. Percayalah!

Doa:
Tuhan terima kasih atas pelajaran pagi ini. Mampukan hamba agar dapat senantiasa bersyukur atas kasih dan pengorbanan-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus. Amin.

Tidak ada komentar: