Minggu, 22 Maret 2009

The Poetical Books


Berbeda dengan The Historical Books yang mencatat sejarah, kronologis, dan yang bersifat historis, The Poetical Books berisi hal-hal yang bersifat emosional dan relasional berupa prosa, puisi, hymne, atau pernyataan-pernyataan hikmat dan kebijaksanaan yang berasal dari Allah.

Mulai dari Kitab Ayub, yang ringkasnya berisi kebenaran-kebenaran tentang pencobaan seperti berikut:
1. Kontrol kehidupan ada di tangan TUHAN. Ada atau tidak ada pencobaan.
2. Pencobaan berasal dari iblis dengan seizin TUHAN.
3. Iblis bertujuan supaya manusia berbuat dosa, tidak percaya, apatis atau memusuhi Allah. Sedangkan TUHAN bertujuan menjadikan manusia lebih baik dan sempurna.
4. Pilihan dan keputusan manusia sangat menentukan hasil akhirnya.

Selanjutnya adalah Kitab Mazmur yang seringkali disebut sebagai tulisan Raja Daud. Mungkin karena ia sangat terkenal sebagai penulis syair, lagu atau composer handal di zamannya. Meski faktanya tulisan-tulisan di sana juga dikontribusi oleh Raja Salomo, Musa, Keluarga Asaph, Putra dari Korah, Heman, Ethan, dan Ezrahite.

Secara umum, tulisan-tulisan di Kitab Mazmur berisi ekspresi kepada atau terhadap Tuhan. Seolah menyimpulkan bahwa Tuhan adalah tempat curahan hati manusia yang paling sempurna. Selain itu di sana juga terdapat pujian dan penyembahan terhadap kebaikan dan keagungan-Nya.

Salah satunya mungkin dapat diwakilkan oleh Mazmur 34:9 berikut ini:

Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!

Bagaimana dengan Kitab Amsal? Kitab tersebut hampir-hampir tidak mempunyai tema yang satu atau menyatu kecuali bahwa ia berisi tentang hikmat dan bijaksana yang berlaku bagi atau dalam hidup manusia tanpa kecuali. Sejak dulu hingga saat ini.

Sedangkan Kitab Pengkhotbah memberi gambaran tentang upaya optimal manusia menemukan arti hidup. Secara rasional, logical, mental, dan physical. Tetapi, akhirnya tetap kembali kepada satu kesimpulan yaitu “…takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang…(band. Pengkhotbah 12:13).” Kesimpulan tersebut pun terletak di penghujung Kitab Pengkhotbah yaitu pasal 12 sebagai tanda bahwa tidak ada lagi yang lebih berarti dan final selain TUHAN.

Dan yang terakhir dari The Poetical Books adalah Kitab Kidung Agung berisi tentang ungkapan hati atau perasaan yang berhubungan dengan seks yang kudus yang pada dasarnya rohani dan berasal dari TUHAN. Berbeda dengan anggapan manusia pada umumnya tentang seks yang biasanya identik dengan pornografi, percabulan, perzinahan, homoseksual, hawa nafsu, pikiran jahat – seksual, dan lain-lain.

Semua itu adalah rupa atau bentuk penyimpangan dan penyalahgunaan-nya. Sedangkan seks yang murni dan kudus berlaku bagi seorang pria dan seorang wanita yang telah dipersatukan di dalam pernikahan sah di hadapan Allah.

Tidak heran pula mengapa orang-orang yang melakukan penyimpangan atau menyalahgunakan seks tidak pernah memperoleh kepuasan sejati karena Tuhan memang tidak pernah men-design atau menjanjikan hal semacam itu. Sebaliknya, melalui pernikahan yang kudus dan benar sepasang suami dan isteri dapat memperoleh berkat dan janji Tuhan termasuk kebahagiaan dan kenikmatan seksual yang sejati.

Tidak ada komentar: