Jumat, 06 Februari 2009

BAIK & JAHAT

Bacaan: Mazmur 119:104

104 Aku beroleh pengertian dari titah-titah-Mu, itulah sebabnya aku benci segala jalan dusta.

Tanpa mengabaikan kehebatan dan kerja kerasnya, telah terbukti bahwa kejeniusan manusia hanya dapat menghasilkan semacam filsafat-filsafat dengan filsuf-filsuf ternama seperti Socrates, Aristoteles dan Plato. Bukan Alkitab dengan para nabi dan rasul yang dituntun oleh Roh Kudus.

Filsafat dan Alkitab memang sangat berbeda. Yang satu merupakan eksplorasi dari kekuatan berpikir manusia terhadap berbagai hal di sekelilingnya. Sedang yang satu lagi yaitu Alkitab bukan berasal dari manusia tetapi dari Allah. Ia ditulis oleh para nabi dan para rasul dengan dorongan Roh Kudus (band. 2 Pet 1:20-21). Ia berbicara tentang hal yang transenden yang di luar jangkauan rasio manusia. Contohnya: Sorga, Penebusan, Kebangkitan dari mati, Inkarnasi, Kedatangan Allah ke dunia, dan lain-lain.

Tidak berarti bahwa Alkitab adalah kitab yang irasional tetapi sebaliknya yang super rasional. Ia berisi tentang fakta-fakta Allah yang tidak terjangkau rasio belaka manusia tetapi juga dengan iman. Tidak heran jika akhirnya manusia tersenyum, terharu, mengangguk, mengatakan “ya” atau “benar” setelah ber-iman kepada Allah. Mengapa? Karena firman Allah adalah benar dan kekal selamanya (band. Mat 24:35).

Tidak heran pula mengapa manusia mempunyai perbedaan bahkan bingung menilai yang mana yang Baik dan yang mana yang Jahat. Karena mereka tidak mengacu atau berdasar atas firman-Nya. Contohnya: seks di luar nikah atas dasar suka sama suka disebut baik oleh orang-orang tertentu, merokok dinilai baik dengan alasan dapat mengusir stress, workaholik dinilai baik oleh pimpinan perusahaan yang tidak peduli waktu keluarga, poligami, pembimbingan anak tanpa disiplin dengan alasan menentang hak azasi manusia dinilai baik, aborsi, homoseks, dan lain-lain yang dinilai baik semata-mata berdasar atas kesenangan atau kenikmatan pribadi atau golongan.

Pertanyaannya, yang mana yang benar-benar Baik dan yang mana yang benar-benar Jahat? Yang mana yang dosa, yang mana yang tidak? Manusia punya perbedaan tentang hal ini bahkan tidak sedikit orang menganggap dirinya baik dan saat bersamaan menganggap orang lain jahat. Sah-sah saja anggapan tersebut di dalam konteks obrolon ringan di sore hari sambil menikmati secangkir kopi. Tetapi tidak terhadap Allah. Seseorang tidak semestinya menganggap dirinya demikian di hadapan Allah. Karena tidak seorang pun yang baik di hadapan-Nya. Sebaliknya semua orang telah berdosa dan telah kehilangan kemuliaan-Nya (band. Roma 3:23).

Anda mungkin bertanya apa arti kata dari “dosa”. Dalam bahasa Yunani dosa disebut dengan kata “hamartia” yang berarti “meleset” atau “tidak tepat sasaran”. Artinya, ketidaksempurnaan manusia memenuhi kehendak-kehendak Allah adalah dosa. Dengan kata lain, seseorang yang banyak melakukan hal yang baik sesungguhnya tidak dapat disebut sebagai orang yang baik dihadapan Allah. Karena, bukan soal banyaknya hal yang baik yang ia lakukan tetapi soal hal yang baik yang tidak ia lakukan. Jika terdapat 1 (satu) kehendak saja yang tidak terpenuhi itu berarti “meleset”, “tidak tepat sasaran”, “tidak sempurna”, atau “tidak 100% melakukan kehendak Allah”. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak seorangpun yang tidak berdosa di hadapan Allah. Sebaliknya, sekali lagi, semua manusia telah berdosa dan butuh pertolongan dan kemurahan Allah.

Mari perhatikan apa yang Alkitab katakan tentang dosa atau kejahatan. Bacalah Markus 7:21-23 berikut ini:

7:21 sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan,
7:22 perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan.
7:23 Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang.

Di sana disebutkan bahwa dosa datang dari dalam hati bukan dari luar. Dengan kata lain hati adalah sumber atau asalnya. Seperti disebutkan juga di Amsal 4:23, ”Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan”.

Hati adalah tempat Allah menaruh hukum atau firman-Nya (band. Roma 2:15). Jika manusia menerima firman-Nya dan menyimpan dan menjaganya di dalam hati, maka seperti perumpamaan tentang empat benih, ia akan tumbuh dan berbuah berlipat ganda. Jika tidak, ia akan mati atau sekarat secara rohani.

Dengan kata lain, hati butuh firman Allah. Tanpa diterangi oleh-Nya hati dapat berubah atau bergeser. Tertipu dengan ajaran atau keyakinan yang palsu. Seperti halnya di Afrika, ada terdapat kelompok tertentu yang percaya bahwa seorang Ibu yang ditinggalkan anaknya wajib memotong jarinya sejumlah sama dengan anak yang meninggalkannya. Jika satu anak yang meninggal, maka 1 (satu) jari yang akan dipotong. Demikian pula di India, terdapat kepercayaan bahwa seorang istri yang ditinggal mati suaminya wajib merelakan dirinya untuk terbakar bersama dengan jasad suaminya di atas api pengabuan (ref. What If The Bible Had Never Been Written by James Kennedy & Jerry New Combe).

Realita ini menunjukkan bahwa manusia tidak jelas atau teliti terhadap Baik dan Jahat tanpa ajaran atau pengertian dari Allah. Dengan kata lain, manusia butuh firman Allah untuk mengajarkannya tentang hal itu sehingga dapat membedakan baik dan jahat seperti yang disebutkan dalam ayat Ibrani 4:12-13 berikut ini:

4:12 Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.
4:13 Dan tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab

Kesimpulannya, hanya dengan firman-Nya, Anda dapat melihat dengan jelas mana yang Baik dan mana yang Jahat, mana yang dosa mana yang bukan, mana yang salah, mana yang benar dan mana yang palsu.

Aku beroleh pengertian dari titah-titah-Mu, itulah sebabnya aku benci segala jalan dusta (Mazmur 119:104).

Doa:
Tuhan terima kasih atas pelajaran pagi ini. Mampukan hamba agar dapat senantiasa melihat dengan jelas mana yang Baik dan mana yang Jahat, mana yang dosa mana yang bukan, mana yang salah, mana yang benar dan mana yang palsu. Di dalam nama Yesus Kristus. Amin.

Tidak ada komentar: