Minggu, 28 Maret 2010

Rasul-rasul Yesus - "Yudas Iskariot"

Alkitab tidak mengisahkan panggilan Yesus terhadap Yudas secara khusus seperti sejumlah besar rasul lainnya yaitu Simon, Andreas, Yakobus, Yohanes, Filipus, Natanael, dan Matius.

Kisah yang cukup spesifik tentang Yudas adalah ketika ia mengeluhkan pencurahan minyak wangi terhadap Yesus oleh seorang wanita. Selain dari kisah itu, Yudas juga berbicara ketika ia datang bersama dengan sejumlah besar tentara Romawi ke Taman Getsemani untuk menangkap Yesus. Yudas berkata:”Orang yang akan kucium, itulah Dia, tangkaplah Dia.” Setelah itu ia berkata:”Salam Rabi” dan mencium Dia. Yudas memang hampir tidak pernah berbicara atau dibicarakan kecuali di lembar-lembar akhir dari kitab-kitab injil.

Pria yang jarang berbicara ini justru mengakibatkan banyak orang berbicara tentang dia hingga saat ini. Kisah Yudas adalah salah satu kisah yang seringkali diperdebatkan oleh orang-orang Kristen termasuk para theolog. Dari kisah tersebut, sejumlah doktrin pun bermunculan. Ada yang menyatakan bahwa keselamatan dan neraka sudah ditentukan bagi setiap orang. Dengan kata lain, manusia tidak mempunyai pilihan atau kehendak bebas sama sekali. Pendapat yang lain menyatakan bahwa Tuhan berterima kasih kepada Yudas karena ia berperan membantu membawa Yesus ke kayu salib sehingga dosa manusia dapat ditebus.

Salah satu fakta tentang Yudas adalah bahwa Yudas sudah sejak lama tidak menunjukkan integritas yang tinggi sebagai seorang murid dan pengikut Yesus. Yohanes berkata tentang Yudas bahwa ia bukan satu atau dua kali mencuri uang dari dalam kas Yesus dan murid-murid-Nya tetapi “sering”. Ini menujukkan kepalsuan Yudas sejak awal.

Selain hal itu, di bawah ini juga adalah sejumlah fakta lainnya tentang Yudas:
1. Yudas adalah pribadi yang egois dan tega terhadap orang lain demi keuntungan diri sendiri. Uang kas yang ia curi adalah milik Yesus dan murid-murid-Nya yang disimpan untuk kepentingan pelayanan dan operasional sehari-hari. (band. Yoh 12:6)

2. Yudas adalah pribadi yang tertutup soal pikiran dan hatinya. Murid-murid yang lain tidak tahu tentang rencana dan keinginan Yudas. Bahkan justru mereka sendiri merasa tertuduh dan harus meyakinkan Yesus bahwa mereka bukanlah seorang penghianat (band. Mat 26:22).

3. Yudas adalah pribadi yang sangat menjaga citranya meskipun ia sedang melakukan kesalahan. Hal ini ditunjukkan dari bagaimana ia berada di posisi paling depan dari serombongan orang yang ingin menangkap Yesus. Ia seolah hendak mengatakan kepada murid-murid yang lain bahwa ia tertangkap pertama kali dan terpaksa menunjukkan di mana Yesus dan murid-murid-Nya berada. Bahkan lebih lagi, ia mencium Yesus seolah begitu mengasihi Dia (band. Mat 26:49).

4. Yudas tidak bertobat. Ia tidak jadi memiliki 30 keping uang perak dari imam-imam kepala, demikian juga imam-imam itu tidak menerima kembali uang tersebut darinya sebagaimana telah dinubuatkan dalam kitab Zakharia (band. Zak 11:12-13). Berbeda dengan Petrus yang kembali, berubah dan bertumbuh, Yudas akhirnya mati karena bunuh diri.

5. Yudas mempunyai komitmen yang tinggi namun demikian mempunyai motif yang salah. Ia tetap berada dalam kelompok 12 rasul di tengah arus yang keras dari kemunduran sejumlah besar orang yang mengikut Yesus (band. Yoh 6:66).

6. Yudas memandang Yesus sebagai manusia yang penuh kuasa dan kekuatan melakukan banyak mujizat tetapi tidak sebagai Anak Allah yang Maha Tahu tentang hati, pikiran, rencana dan perbuatan jahatnya yang tersembunyi. Seperti banyak orang pada masa itu, Yudas tampaknya juga melihat Yesus sebagai pribadi yang berpotensi sebagai calon pemimpin bangsa Yahudi secara politik dan militer yang dapat mengusir penjajah Romawi dari Israel (band. Yoh 6:15).

Kesimpulannya, kita tidak dapat mengikut Yesus dengan motif yang salah, dengan sikap hati yang tidak jujur, atau berpura-pura, sebaliknya, kita harus bersungguh-sungguh, jujur, real, dan apa adanya. Jika tidak demikian, maka niscaya kita tidak akan dapat bertahan setia sampai selamanya.



Copyright © 2010 by Naek @ NEVER MISSING QUIET TIME
http://www.nevermissingqt.blogspot.com/

Tidak ada komentar: