Kamis, 31 Desember 2009

Yesus Kristus – Datang Untuk Mati di Kayu Salib

Sejumlah ide dan bayang-bayang tentang keselamatan dapat ditemukan di Perjanjian Lama yaitu sebagai berikut:

1. Kejatuhan Adam dan Hawa
Ide keselamatan pertama kali diperkenalkan oleh kitab pertama di Perjanjian Lama yaitu kitab Kejadian. Adam dan Hawa tergoda oleh tipu muslihat Iblis sehingga mereka tidak patuh dan melanggar perintah dan kehendak Tuhan. Pelanggaran dan ketidakpatuhan tersebut adalah dosa di hadapan Allah. Adam dan Hawa menjadi terkutuk, terpisah dari Tuhan Yang Maha Kudus, dan kehilangan kemuliaan Allah (band. Roma 3:23).

Berdasarkan kisah kejatuhan Adam dan Hawa, maka keselamatan dapat dimengerti sebagai rekonsiliasi hubungan antara Allah dengan manusia yaitu Adam dan keturunannya.

2. Nuh dan Air Bah
Ide keselamatan yang kedua diperkenalkan oleh kisah Nuh dan Air Bah. Di zaman Nuh, manusia bukan saja berdosa tetapi mereka semakin jahat. Tuhan berkenan kepada Nuh dan memerintahkan dia untuk membangun bahtera yang sangat besar bagi keluarganya dan berbagai jenis makhluk hidup ke dalamnya satu pasang demi satu pasang. Hujan turun, air bah datang, manusia mati kecuali Nuh dan keluarganya selamat.

Berdasarkan kisah Nuh dan Air Bah, keselamatan dapat dimengerti sebagai perlindungan Tuhan terhadap manusia yang percaya (jemaat) karena iman mereka di dalam atau terhadap Kristus sehingga, mereka luput dari hukuman kekal yaitu neraka.

3. Perbudakan di Mesir dan Peperangan Melawan Bangsa-Bangsa
Tuhan berjanji kepada bangsa Israel bahwa Ia akan membawa mereka ke Tanah Perjanjian yaitu tanah Kanaan yang berlimpah susu dan madu. Di tengah perjalanan menuju Tanah Perjanjian tersebut, bangsa Israel menghadapi banyak tantangan. Salah satunya adalah menyeberangi Laut Teberau. Mereka berhasil menyeberangi laut tersebut dan lolos dari kejaran atau tangkapan Firaun dan pasukan Mesir.

Tidak lama setelah itu, bangsa Israel kembali bersungut-sungut, negatif, mengeluh, dan tidak percaya kepada Musa yang memimpin mereka. Ketika Musa untuk sementara waktu naik ke atas gunung dan meninggalkan bangsa tersebut, mereka mendirikan patung lembu emas dan mulai menyembah berhala. Mereka tidak bersyukur akan penyertaan dan perlindungan Tuhan dan akan manna yang menjadi makanan mereka sehari-hari. Karena sikap yang tidak bersyukur, mengeluh, bersungut-sungut, dan tidak percaya kepada Tuhan, sejumlah besar bangsa Israel pada akhirnya tidak dapat sampai di tanah yang dijanjikan oleh Tuhan.

Setelah Musa wafat, Yosua kemudian melanjutkan kepemimpinan dan membawa bangsa Israel tiba di tanah yang dijanjikan Tuhan dengan selamat. Ia memimpin bangsa Israel berperang melawan bangsa-bangsa lain dan mengalahkan mereka. Salah satunya adalah Yerikho yang terkenal sangat kuat dan tangguh pertahanannya disertai dengan tembok yang sangat besar dan tebal.

Janji, perjalanan dan perjuangan ini merupakan bayang-bayang dari perjalanan dan peperangan rohani orang-orang Kristen (Jemaat) menuju Tanah Perjanjian yang dijanjikan oleh Tuhan yaitu Surga.

4. Penebusan Dosa di Kitab Imamat
Di kitab Imamat tertulis tentang apa dan bagaimana bangsa Israel mendapat penebusan dosa dari Tuhan. Salah satu cara adalah dengan membawa dua ekor domba kepada imam untuk dipersembahkan. Satu dari antara domba tersebut disembelih dan satu domba lagi dilepaskan.

Ini menunjukkan bahwa dosa adalah sesuatu yang harus dibayar, ditebus, atau digantikan. Manusia harus bertanggung jawab atas dosa-dosa yang mereka lakukan (Ibrani). Berdasarkan ide ini, keselamatan dapat dimengerti sebagai penebusan oleh Kristus sebagai Imam Besar, Perantara antara manusia dengan Allah. Ia juga yang adalah domba yang disembelih yang mati di kayu salib supaya kita dapat diselamatkan.

5. Penjajahan Bangsa Lain dan Janji Kedatangan Mesias dan Kerajaan Kekal
Bangsa Israel dijajah berulangkali. Yang pertama oleh bangsa Mesir, yang kedua oleh bangsa Babel, yang ketiga oleh bangsa Persia, dan yang terakhir oleh bangsa Romawi.

Di antara raja-raja Israel, Daud adalah raja yang paling terkenal, paling dikagumi dan paling dikenang oleh bangsa Israel. Ia memimpin bangsa Israel dengan kemenangan, kejayaan dan kerohanian yang besar.

Nabi-nabi di Perjanjian Lama menubuatkan bahwa akan datang Mesias yang disebut Imannuel, Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, dan Bapa yang Kekal. Ia berasal dari keturunan Abraham, Yehuda, keturunan Isai, dan keturunan Daud. Nubuat-nubuat ini terus di-ingat dan dipegang oleh bangsa Israel sebagai janji Tuhan dan pengharapan mereka selama masa penjajahan, pembuangan, dan penindasan bangsa-bangsa lain tersebut.

Melalui waktu dan peristiwa yang terjadi selama penjajahan dan pembuangan, Tuhan berjanji kepada bangsa Israel tentang kedatangan Raja segala raja dan tentang Kerajaan Kekal. Dengan kata lain, Tuhan sedang berbicara tentang diriNya, tentang pemerintahan, tentang otoritas, dan pemerintahanNya dan tentang jemaatNya di masa depan.

Kristus dan penyalibanNya adalah wujud dari bayang-bayang tersebut (band. Kolose). Di kisah Adam dan Hawa, salib Kristus adalah wujud dari janji Tuhan yang mengatakan bahwa benih atau keturunan dari wanita ini yaitu Hawa akan mengalahkan si iblis. Di kisah Nuh dan Air Bah, salib Kristus adalah wujud dari perlindungan Tuhan terhadap orang-orang yang percaya yaitu jemaat yang patuh dan taat kepadaNya (band. Yoh 3:16). Di kisah Perbudakan bangsa Israel di Mesir dan Peperangan Melawan Bangsa-Bangsa, salib Kristus adalah wujud dari pertolongan dan pimpinan Tuhan yang membawa jemaatNya keluar dari perbudakan dosa dan dari dunia menuju ke Tanah Perjanjian yaitu Sorga. Di peraturan Penebusan Dosa di kitab Imamat, salib Kristus adalah wujud dari penebusan yang dilakukan oleh Kristus. Ia adalah domba yang tak bercacat dan tak bercela dan Ia juga adalah Imam Besar yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia. Di kisah Penjajahan Bangsa Lain dan Janji Kedatangan Mesias dan Kerajaan Kekal, salib Kristus adalah wujud dari kemenangan Kristus. Ia ditinggikan oleh Bapa yang di Sorga (band. Fil 2). Ia tidak mati tetapi bangkit dari mati dan kematian tidak berkuasa mengalahkanNya. Dialah yang akan memerintah selama-lamanya dan kerajaanNya kekal selamanya.

Ada terdapat 5 (lima) makna salib Yesus menurut 2 Korintus 5:14-21 yaitu sebagai berikut:
a. Salib Kristus adalah Inspirasi
Kristus adalah inspirasi, contoh, dan teladan. Tanpa Dia, orang-orang Kristen tidak mempunyai gambaran yang sempurna tentang kasih, kebenaran, kekudusan, dan lain sebagainya. Sebaliknya mereka dapat tersesat, salah arah, atau mungkin ‘jatuh ke jurang’. Salib Kristus menjadikan mata hati kita menjadi terang sehingga kita bebas dari kegelapan dan tidak hidup atau berjalan di dalamnya.

b. Salib Kristus adalah Motivasi
Kasih Kristus adalah motivasi yang memberikan kekuatan dan kemampuan untuk mengasihi orang lain baik saudara-saudara seiman maupun yang belum atau tidak seiman. SalibNya menjadikan kita yang lemah menjadi kuat di dalam Dia.

c. Salib Kristus adalah Transformasi
Salib Kristus adalah kuasa dan kekuatan Tuhan yang sanggup mengubahkan kita dari hidup yang penuh dosa menjadi kudus dan benar di hadapan Allah. Oleh kuasa dan kekuatan salib Kristus, orang-orang bertobat, berbalik dari dosa dan meninggalkan dosa-dosa itu, serta membina hubungan yang harmonis dan dekat dengan Dia. Salib Kristus menjadikan kita yang dahulu adalah manusia yang lama, kini menjadi manusia yang baru.

d. Salib Kristus adalah Rekonsiliasi
Salib Kristus adalah pendamaian Allah dengan manusia. Allah adalah Maha Kudus sedangkan manusia adalah berdosa. Tanpa salib Kristus sia-sialah segala upaya yang dilakukan oleh manusia untuk berdamai dengan Dia. Tetapi oleh salib Kristus kita yang dahulu adalah musuh Allah sekarang menjadi sahabat Dia.

e. Salib Kristus adalah Redemsi
Salib Kristus adalah redemsi. Ia menggantikan kita yang percaya kepadaNya (band. Yoh 3:16). Kita yang semestinya layak dihukum dan disalibkan, digantikan oleh Dia. SalibNya menjadikan kita yang dahulu adalah tawanan dosa yang hidup di bawah hukuman kini bebas karena Dia.

Ibrani pasal 2 juga menyatakan hal yang sama. Kristus menggantikan kita (band. Ibr 2:9). Ia menguduskan kita (band. Ibr 2:11). Ia memperdamaikan kita sehingga kita yang dahulu adalah musuh Allah sekarang tidak malu disebutNya sebagai saudara (band. Ibr 2:11). Ia adalah Juruselamat Imam Besar dan pengantara bagi kita (band. Ibr 2:15, 17).

Kesimpulannya, Yesus Kristus datang ke dunia menggenapi janji-janji, nubuat-nubuat dan bayang-bayang di PL demi keselamatan dan kebaikan Anda dan saya.


Happy New Year 2010!


Copyright © 2009 by Naek @ NEVER MISSING QUIET TIME
http://www.nevermissingqt.blogspot.com/

Selasa, 29 Desember 2009

Rencana Saat Teduh NMQT Tahun 2010

Memasuki tahun 2010, NMQT menetapkan jadwal pembacaan Alkitab PB selama satu tahun dari Januari sampai dengan Desember 2010. NMQT akan mem-post kan pelajaran-pelajaran atau study dari kitab-kitab PB yang dijadwalkan untuk dibaca.

Rencana pembacaan Alkitab NMQT adalah sebagai berikut:
Jan s/d Mar 2010: Matius, Markus, Lukas, Yohanes dan Kisah Para Rasul

Apr s/d Jun 2010: Roma, 1 & 2 Korintus, Galatia, Efesus, dan Filipi

Jul s/d Sep 2010: Kolose, 1 & 2 Tesalonika, 1& 2 Timotius, Titus, dan Filemon

Okt s/d Des 2010: Ibrani, Yakobus, 1 & 2 Petrus, 1, 2 & 3 Yohanes, Yudas, dan Wahyu

Mengapa NMQT tidak menjadwalkan pembacaan dari Kejadian s/d Wahyu selama satu tahun? NMQT menilai bahwa pembacaan Alkitab yang seperti demikian adalah tepat jika tujuannya adalah untuk memperoleh gambaran umum atau benang merah dari Alkitab PL dan PB. Sebaliknya, untuk pengertian atau pemahaman yang lebih detil, terperinci, dan mendalam, NMQT menilai bahwa pembacaan salah satu kitab PB atau PL adalah jauh lebih efektif.

NMQT menilai bahwa pembacaan Alkitab PB yang efektif secara rinci dan detil ayat per ayat membutuhkan waktu minimal tiga tahun lamanya. Ini tidak berarti bahwa pembacaan Alkitab yang kurang dari tiga tahun adalah salah atau buruk. Sedangkan untuk Alkitab PL, pembacaan bersifat scanning dan berulangkali dinilai lebih tepat dan sesuai karena Alkitab PL masih akan dikutip, diulang dan diperjelas kembali oleh Alkitab PB.

Bagi Anda yang baru saja memulai pembacaan Alkitab secara konsisten kurang dari dua tahun terakhir, pembacaan NMQT mungkin akan sangat bermanfaat dan berguna bagi Anda. Bagi Anda yang sudah membaca Alkitab Anda secara konsisten selama lebih dari dua tahun, NMQT mungkin akan semakin memperdalam dan memperjelas pembacaan Alkitab Anda.

Bagi Anda yang berdomisili di Jakarta, Anda dapat mengikuti diskusi Alkitab setiap Jumat pukul 13.00 s/d 14.00 atau kebaktian Jumat pukul 12.00 s/d 13.00 di lokasi Berean Corner Bookstore & Gift atau hubungi 021 300 15 792. Bagi Anda yang berdomisili di Bekasi, Anda dapat mengikuti diskusi Alkitab setiap Rabu pukul 19.30 s/d 21.30. Untuk informasi lebih lanjut atau jika Anda ingin mempelajari atau berdiskusi Alkitab di luar jadwal yang telah ditentukan, silakan menghubungi NMQT via letters.berean@gmail.com

Jika Anda ingin bertanya seputar Alkitab, Saat Teduh, Kekristenan, dan lain sebagainya, NMQT juga siap menjawab setiap pertanyaan Anda melalui letters.berean@gmail.com NMQT akan menanggapi atau menjawab pertanyaan Anda selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari setelah menerima pertanyaan Anda dan berhak untuk tidak menanggapi atau menjawab pertanyaan tersebut - sesuai pertimbangan atau penilaian NMQT.

NMQT tidak menyediakan sertifikat atau formalitas study karena memang NMQT didesain hanya untuk menjadi mitra atau partner sehari-hari di dalam Kristus.

Demikian informasi ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi di dalam memberikan informasi, wawasan dan pengetahuan Alkitab di dalam kehidupan Anda sehari-hari secara pribadi.

Tuhan memberkati!

Saudara di dalam Kristus,


Naek


Copyright (c) 2009 by Naek @ NEVER MISSING QUIET TIME
http://www.nevermissingqt.blogspot.com/

Sabtu, 26 Desember 2009

Yesus Kristus – SilsilahNya

Silsilah Yesus Mesias Sang Juruselamat telah dinubuatkan oleh para nabi sejak zaman dahulu bahwa Ia akan lahir dari keturunan Abraham, keturunan Yehuda, keturunan Isai, dan keturunan Daud.

Mempelajari silisilah Yesus di Matius pasal 1 dan Lukas pasal 3 menyadarkan penulis bahwa penggenapan silsilah yang dinubuatkan tersebut bukan saja sukar untuk terealisasi tetapi juga mustahil jika tanpa Tuhan.

Di dalam silsilah Yesus di Matius pasal 1 ayat 11 sampai 12 disebutkan nama Yekhonya dan keturunannya. Ia adalah nenek moyang Yusuf, yang adalah keturunan Abraham, keturunan Yehuda, keturunan Isai, dan keturunan Daud. Tuhan pernah berjanji tentang dia bahwa ia tidak akan pernah mempunyai anak laki-laki yang berhasil duduk di atas takhta Daud dan memerintah kembali Yehuda (band. Yer 22:30). Sesuatu yang mengartikan bahwa kemungkinan Mesias lahir dari keturunan Yekhonya sudah putus sampai di sana.

Jika Mesias masih lahir juga dari keturunan Yekhonya maka itu berarti Tuhan berdusta dan tidak menepati janjiNya tentang Yekhonya. Jika Mesias tidak lahir dari keturunan Yekhonya, itu berarti bahwa Mesias akan berasal dari pria yang berasal dari garis keturunan yang lain dan itu tidak sesuai dengan nubuat-nubuat para nabi di PL tentang silsilah Mesias. Lalu, jika demikian, bagaimanakah merealisasikan atau menggenapi nubuat-nubuat tersebut?

Satu hal yang perlu diingat juga adalah bahwa penggenapan tersebut harus menggenapi nubuat-nubuat yang lain yang menjanjikan bahwa Mesias itu adalah Allah yang hadir di tengah-tengah kehidupan manusia. Ia adalah seorang Penasihat Ajaib juga Allah yang Perkasa dan Bapa yang Kekal (band. Yes 9:5). Sesuatu yang semakin sulit bahkan mustahil bagi manusia. Bagaimana seorang dari keturunan Abraham, keturunan Yehuda, keturunan Isai, dan keturunan Daud juga adalah Allah yang Perkasa dan Bapa yang Kekal?

Mesias tidak akan lahir dari keturunan Yekhonya karena itu bertentangan dengan janjiNya tentang Yekhonya. Mesias juga tidak akan berasal dari pria yang berasal dari garis keturunan yang lain, karena itu tidak sesuai dengan nubuat-nubuat para nabi di PL.

Jawabannya adalah Mesias lahir tanpa hubungan suami-isteri. Ia tidak berasal dari pria keturunan Yekhonya, juga bukan dari pria yang berasal dari keturunan yang lain. Dia adalah Tuhan yang berinkarnasi menjadi manusia yang dikandung di dalam rahim seorang perawan yang bernama Maria. Maria adalah keturunan Abraham, keturunan Yehuda, keturunan Isai, dan keturunan Daud. Daud memperanakkan Salomo dan Nathan. Yekhonya berasal dari keturunan Salomo yang memperanakkan keturunan demi keturunan yang selanjutnya dan seterusnya memperanakkan Yusuf suami Maria. Maria tidak berasal dari keturunan Yekhonya dan keturunan Salomo tetapi dari keturunan Nathan.

Sesuai dengan silsilahNya, Yesus adalah Mesias yang dijanjikan. Ia adalah Raja yang dijanjikan yang berasal dari keturunan Daud. Ia adalah Anak Manusia yang dikandung di dalam rahim dan lahir dari seorang perawan yang bernama Maria dan Ia juga adalah Anak Allah (the second member of trinity) karena berasal dari Allah. Yesus adalah 100% Allah dan 100% manusia. Dengan demikian nubuat-nubuat PL tentang silsilah Mesias yang dijanjikan itu digenapi oleh Yesus.

Yesus adalah keturunan Daud dari Maria dan Ia juga dapat disebut sebagai keturunan Daud dari Yusuf karena Yusuf menikah dengan Maria. Tetapi Ia tidak lahir dari persetubuhan Maria dengan Yusuf dan Ia bukan keturunan Yekhonya. Dengan demikian Tuhan tidak melanggar janjiNya tetapi menepati setiap janjiNya, semuanya dan seluruhnya.

Kesimpulannya, Yesus Kristus adalah Juruselamat Imannuel Raja dan Mesias yang dinubuatkan oleh para nabi di kitab-kitab Perjanjian Lama. Tidak ada dan tidak akan pernah ada Mesias yang lain selain daripada Dia. Mesias tidak akan pernah lahir atau dilahirkan dari hasil hubungan suami-isteri tetapi hanya dari seorang perawan muda saja. Ia harus menggenapi nubuat-nubuat bahwa Ia adalah keturunan Abraham, keturunan Yehuda, keturunan Isai, dan keturunan Daud tetapi juga Ia adalah Imannuel, Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa dan Bapa yang Kekal dan itu hanya Yesus (band. Yes 7:14; 9:5).



Copyright (c) 2009 by Naek @ NEVER MISSING QUIET TIME
http://www.nevermissingqt.blogspot.com/

Introducing Pierre as Opening Singer in Washington DC

Pierre is a very talented composer. He can create many songs relatively within a short term and that songs are great to be enjoyed and listened. Just within less than two years he can produce three music albums.

Pierre also is a very specific singer. He not only sang with the voice and music but also with his heart. But what I most appreciate about Pierre is that he is a good friend and humble partner.

Join me to welcome Pierre along with a lively applause!


Naek (Manager & Producer)
Berean Recording Ministry - Indonesia

Rabu, 23 Desember 2009

Proverbs of Solomon

How long, ye simple ones, will ye love simplicity? and the scorners delight in their scorning, and fools hate knowledge? (Proverbs 1:22 KJV)

Berapa lama lagi, hai orang yang tak berpengalaman, kamu masih cinta kepada keadaanmu itu, pencemooh masih gemar kepada cemooh, dan orang bebal benci kepada pengetahuan? (Amsal 1:22)



Song & Lyrics by Pierre Jacobs
Copyright (c) 2009 by Berean Recording

Senin, 21 Desember 2009

O Holy Night by Mariah Carey



O holy night the stars are brightly shining
It is the night of our dear Savior's birth
Long lay the world in sin and error pining
Till He appeared and the soul felt its worth

A thrill of hope, the weary world rejoices
For yonder breaks a new glorious morn
Fall on your knees
O hear the angels' voices
O night divine
O night when Christ was born
O night divine, o night
O night divine

A thrill of hope, the weary world rejoices
For yonder breaks a new and glorious morn
Fall on your knees
O hear the angels' voices
O night divine
O night when Christ was born
O night divine, o night
O night divine

Sabtu, 19 Desember 2009

Yesus Kristus - Jawaban dan Solusi Hidup (Bagian 2)

Masalah atau tantangan yang ke-empat adalah Penginjilan yang Tidak Alkitabiah. Syarat keselamatan adalah yang pertama melalui anugerah saja, yang kedua melalui melalui iman, dan yang ketiga melalui Kristus. Gagasan-gagasan lain di luar dari itu adalah tidak alkitabiah. Gagasan universalisme misalnya, yang mengajarkan bahwa pada akhirnya semua orang akan selamat adalah tidak alkitabiah. Demikian juga pluralisme yang mengajarkan bahwa banyak cara atau jalan menuju Sorga. Di Injil Yohanes pasal 14 ayat 6 Yesus secara jelas dan eksplisit menyebutkan bahwa Dia adalah satu-satuNya jalan, kebenaran, dan hidup.

Di dunia Kristen juga ada terdapat sejumlah ajaran yang tidak alkibiah. Contohnya ajaran yang menyatakan bahwa Tuhan adalah tidak sempurna dan terbatas waktu dan pengetahuan. Padahal, Alkitab mengajarkan Allah ada di luar waktu dan kekal. Ia Maha Tahu, Maha Melihat segala sesuatu sepanjang kekekalan

Ada gagasan Panentheisme, yang adalah keyakinan bahwa alam semesta adalah Allah, ini melawan doktrin Alkitab. Alam semesta berubah tetapi Allah tidak. Ia tetap sama dan tidak berubah. (band. Ibrani)

Ada lagi gagasan tentang pemusnahan orang jahat seperti yang diajarkan oleh Saksi Yehuwa. Mereka mengajarkan bahwa orang-orang yang tidak diselamatkan tidak akan disiksa setelah mereka mati tetapi akan hilang atau lenyap. Alkitab mengajarkan dalam kitab Wahyu bahwa orang jahat dan belum selamat akan masuk neraka dan dihukum selama-lamanya.

Selain Panentheisme, Saksi Yehuwa, ada lagi ajaran lain yang menyangkal kebangkitan tubuh Kristus. Beberapa bahkan menyangkal kebenaran Alkitab.

Ada juga yang hanya memberitakan kesehatan, kekayaan, dan kesuksesan saja. Jika tidak sehat, tidak kaya, dan tidak sukses secara ekonomi atau financial, berarti tidak berkenan dan tidak diberkati oleh Tuhan. Ajaran ini bertentangan dengan kisah Ayub. Satu hal yang pasti soal kekayaan dan berkat adalah bahwa Tuhan akan membuat kita kaya secara rohani (band. Efesus).

Penginjilan semestinya jangan berorientasi kepada pertumbuhan angka jumlah anggota saja tanpa memperhatikan ajaran yang alkitabiah yang harus disampaikan. Hal ini tampaknya merupakan permasalahan penginjilan di masa kini.

Masalah atau tantangan yang kelima adalah Jawaban yang Tidak Alkitabiah. Kejahatan dan penderitaan yang ada atau terjadi di dalam kehidupan seseorang dapat menjadikan orang itu lebih kuat atau sebaliknya menjadi pahit dan menyalahkan Tuhan. Sikap seseorang dalam menangani hal semacam itu akan membuat perbedaan dalam hubungan dengan Allah.

Adalah merupakan kenyataan bahwa kejahatan dan penderitaan memang ada dan eksis bahkan hingga saat ini. Atas dasar itu banyak orang memilih untuk percaya bahwa Allah mungkin tidak berkuasa penuh, atau Dia mungkin tidak sepenuhnya baik, atau bahwa Dia mungkin tidak ada sama sekali.

Tidak semua orang berpaling kepada Allah untuk menemukan jawaban-jawaban atas permasalahan dan tantangan hidup mereka. Jawaban yang tidak menyertakan Tuhan dan tidak alkitabiah tidak akan berhasil, tidak berguna, bahkan berdampak buruk kepada hubungan manusia dengan Tuhan. Contohnya Ateisme, Christian Science, Zoroastrianisme, dan lain sebagainya.

Alkitab memiliki jawaban sederhana tentang kejahatan dan penderitaan. Yesus Kristus adalah solusi untuk semua kejahatan dan penderitaan yang terjadi di dunia. Kita harus percaya kepada-Nya dan tahu bahwa semua kejahatan dan penderitaan akan berakhir suatu hari.

Orang Kristen percaya bahwa Allah mengijinkan kejahatan untuk tujuan kebaikan yang lebih besar. Tuhan ‘mengizinkan’ itu masih terjadi hingga saat ini berdasar atas kebijaksanaan-Nya. Kita terbatas dalam pengetahuan tentang cara Tuhan dan kita tidak akan pernah mengerti pikiran Dia seluruhnya. Tuhan dapat memungkinkan kita untuk menderita. Tanpa kejahatan tidak akan ada keberanian di dunia dan keberanian dipandang sebagai hal yang positif. Juga, kita tidak bisa mengasihi musuh kita seperti Yesus mengajar jika tidak ada kejahatan dan tidak ada penderitaan yang terjadi di bumi.

Masalah atau tantangan yang ke-enam adalah Peperangan Rohani. Manusia dihadapkan pada banyak mitos yang tidak didasarkan pada Kitab Suci. Contohnya tentang mengusir setan. Banyak orang Kristen masih mengadakan praktek-praktek semacam ini. Padahal, saat masa kerasulan berakhir, praktek mengusir setan seperti rasul pun berakhir pula. Tuhan telah memilih untuk membatasi kemampuan ini.

Adalah merupakan kekeliruan jika mengusir setan dianggap sebagai satu cara untuk keselamatan. Satu-satunya cara untuk diselamatkan adalah melalui Kristus. Demikian juga, Alkitab tidak mengajarkan orang Kristen tentang praktek mengikat Setan atau memarahi setan melainkan bertahan dalam iman bukannya menegur dia. Hanya Kristus saja yang dapat menegur iblis. Sedangkan, orang-orang Kristen hanya disuruh untuk menegur sesama saudara yang tidak bertobat dan yang hidup dalam dosa. Allah yang akan mengirimkan seorang malaikat untuk menaklukkan iblis. Manusia hanya dapat melawan setan dengan bantuan Kristus Yesus.

Setan juga tidak diturunkan melalui anggota keluarga. Kepercayaan ini tidak mempunyai dasar Kitab Suci. Gagasan tentang kerasukan setan karena benda mati juga salah dan tidak alkitabiah. Tentang teritori tertentu dari roh jahat, Alkitab juga tidak mengajarkannya. Alkitab berbicara wilayah dari setan atau iblis adalah seluruh dunia.

Orang Kristen juga semestinya jangan percaya kepada doa tertentu ketika berhadapan dengan roh-roh jahat. Peperangan rohani sejati bukanlah pertempuran melawan roh-roh jahat atau setan, tapi perjuangan melawan godaan dosa. Kita harus melawannya di setiap kesempatan.

Jadi, masalah atau tantangan orang-orang Kristen adalah hidup yang berdosa, persatuan yang tidak alkitabiah, pendidikan yang tidak alkitabiah, penginjilan yang tidak alkitabiah, jawaban yang tidak alkitabiah, dan peperangan rohani. Kesimpulannya, orang-orang Kristen harus teliti dan punya sikap hati yang benar seperti halnya orang-orang Berea (band. Kis 17). Sehingga dengan demikian mereka dapat mengalahkan iblis, dosa, kejahatan, dan kepalsuan.



Copyright (c) 2009 by Naek @ NEVER MISSING QUIET TIME
http://www.nevermissingqt.blogspot.com/