Minggu, 31 Agustus 2008
Bacaan: I Kor 4:20-21
4:20 Sebab Kerajaan Allah bukan terdiri dari perkataan, tetapi dari kuasa.
4:21 Apakah yang kamu kehendaki? Haruskah aku datang kepadamu dengan cambuk atau dengan kasih dan dengan hati yang lemah lembut?
Fakta:
Paulus berkata kepada Jemaat Korintus:
• …Kerajaan Allah bukan terdiri dari perkataan, tetapi dari kuasa.
• Apakah yang kamu kehendaki? Haruskah aku datang kepadamu dengan cambuk atau dengan kasih dan dengan hati yang lemah lembut?
Pertanyaan:
Apakah arti dan tujuan perkataan Paulus tersebut?
Jawaban:
Paulus mengatakan bahwa perkataan saja tidak cukup dalam Kerajaan Allah. Seorang Kristen juga harus mempunyai pengertian yang benar (band. Rom 10:1-2), menjadi pelaku firman (band. Yak 1:22), dan juga berbuah (band. Yoh 15:1-8; Gal 5:22-26).
Sepertinya kondisi rohani Jemaat Korintus sudah sangat memprihatinkan. Sampai-sampai Paulus memberikan pilihan terhadap mereka apakah ia harus datang dengan cambuk atau kasih.
Sebagai bapa dan rasul, Paulus mempunyai otoritas demi menjaga Jemaat dari dosa, kejahatan atau krisis moral. Yesus pun melakukan hal yang sama ketika melihat Bait Allah menjadi sarang judi. Ia membuat cambuk, membalikkan meja-meja, melepaskan hewan-ternak di Bait Allah, dan mengusir orang-orang disana.
Dengan bertanya demikian kepada Jemaat Korintus, Paulus ingin mengetahui apakah Jemaat Korintus akan sadar dan bertobat tanpa teguran keras, tetapi cukup dengan nasihat atau koreksi.
Doa:
Tuhan terima kasih atas pelajaran pagi ini. Berikan hamba keyakinan yang dalam akan otoritas dan kasih karunia dari Engkau, dan kemampuan untuk menerapkannya dengan tepat dan benar. Dalam nama Yesus Kristus. Amin.
Senin, 25 Agustus 2008
MODEL DAN MENTOR ROHANI
Sabtu, 30 Agustus 2008
Bacaan: I Kor 4:16-17
4:16 Sebab itu aku menasihatkan kamu: turutilah teladanku!
4:17 Justru itulah sebabnya aku mengirimkan kepadamu Timotius, yang adalah anakku yang kekasih dan yang setia dalam Tuhan. Ia akan memperingatkan kamu akan hidup yang kuturuti dalam Kristus Yesus, seperti yang kuajarkan di mana-mana dalam setiap jemaat.
Fakta:
Paulus berkata kepada Jemaat Korintus:
• …aku menasihatkan kamu: turutilah teladanku!
• …aku mengirimkan kepadamu Timotius, yang adalah anakku yang kekasih dan yang setia dalam Tuhan.
• Timotius akan memperingatkan kamu akan hidup yang kuturuti dalam Kristus Yesus, seperti yang kuajarkan di mana-mana dalam setiap jemaat.
Pertanyaan:
Paulus berkata kepada Jemaat Korintus: “…turutilah teladanku!”. Apa maksud dan tujuan Paulus mengatakan hal itu?
Jawaban:
Seperti dalam bidang olah raga, Paulus seolah berkata kepada Jemaat Korintus “Saya adalah pelatih Anda, dan Timotius adalah asisten saya yang akan membantu Anda hidup seperti Kristus.” Suatu petunjuk yang nyata, jelas dan praktis, bukan?
Melalui perkataan Paulus tersebut, dapat kita simpulkan bahwa teori atau penjelasan tentang firman saja tidak cukup. Seorang Kristen membutuhkan teladan dan follow up untuk hidup secara rohani dan menjadi serupa dengan Kristus.
Tampaknya waktu itu, Jemaat Korintus sibuk berdebat dan berselisih pendapat tentang firman satu terhadap yang lain. Mereka tidak mempunyai model yang jelas, dan tidak mempunyai coach atau mentor yang dapat membimbing dan menuntun mereka ke arah yang nyata dan benar.
Doa:
Tuhan terima kasih atas pelajaran pagi ini. Mampukan hamba menjadi pelaku firman dan pelatih rohani yang baik bagi kemuliaan nama-Mu. Dalam nama Yesus Kristus. Amin.
Bacaan: I Kor 4:16-17
4:16 Sebab itu aku menasihatkan kamu: turutilah teladanku!
4:17 Justru itulah sebabnya aku mengirimkan kepadamu Timotius, yang adalah anakku yang kekasih dan yang setia dalam Tuhan. Ia akan memperingatkan kamu akan hidup yang kuturuti dalam Kristus Yesus, seperti yang kuajarkan di mana-mana dalam setiap jemaat.
Fakta:
Paulus berkata kepada Jemaat Korintus:
• …aku menasihatkan kamu: turutilah teladanku!
• …aku mengirimkan kepadamu Timotius, yang adalah anakku yang kekasih dan yang setia dalam Tuhan.
• Timotius akan memperingatkan kamu akan hidup yang kuturuti dalam Kristus Yesus, seperti yang kuajarkan di mana-mana dalam setiap jemaat.
Pertanyaan:
Paulus berkata kepada Jemaat Korintus: “…turutilah teladanku!”. Apa maksud dan tujuan Paulus mengatakan hal itu?
Jawaban:
Seperti dalam bidang olah raga, Paulus seolah berkata kepada Jemaat Korintus “Saya adalah pelatih Anda, dan Timotius adalah asisten saya yang akan membantu Anda hidup seperti Kristus.” Suatu petunjuk yang nyata, jelas dan praktis, bukan?
Melalui perkataan Paulus tersebut, dapat kita simpulkan bahwa teori atau penjelasan tentang firman saja tidak cukup. Seorang Kristen membutuhkan teladan dan follow up untuk hidup secara rohani dan menjadi serupa dengan Kristus.
Tampaknya waktu itu, Jemaat Korintus sibuk berdebat dan berselisih pendapat tentang firman satu terhadap yang lain. Mereka tidak mempunyai model yang jelas, dan tidak mempunyai coach atau mentor yang dapat membimbing dan menuntun mereka ke arah yang nyata dan benar.
Doa:
Tuhan terima kasih atas pelajaran pagi ini. Mampukan hamba menjadi pelaku firman dan pelatih rohani yang baik bagi kemuliaan nama-Mu. Dalam nama Yesus Kristus. Amin.
BAPA DAN ANAK ROHANI
Jumat, 29 Agustus 2008
Bacaan: I Kor 4:15-17
4:15 Sebab sekalipun kamu mempunyai beribu-ribu pendidik dalam Kristus, kamu tidak mempunyai banyak bapa. Karena akulah yang dalam Kristus Yesus telah menjadi bapamu oleh Injil yang kuberitakan kepadamu.
Fakta:
Paulus berkata kepada Jemaat Korintus:
• …kamu mempunyai beribu-ribu pendidik dalam Kristus, tetapi kamu tidak mempunyai banyak bapa.
• …akulah bapamu dalam Kristus Yesus oleh Injil yang kuberitakan kepadamu.
• …aku menasihatkan kamu: turutilah teladanku!
• …aku mengirimkan kepadamu Timotius, yang adalah anakku yang kekasih dan yang setia dalam Tuhan.
• Timotius akan memperingatkan kamu akan hidup yang kuturuti dalam Kristus Yesus, seperti yang kuajarkan di mana-mana dalam setiap jemaat.
Pertanyaan:
Paulus mengatakan “…akulah bapamu dalam Kristus Yesus oleh Injil yang kuberitakan kepadamu.” Apakah arti dan tujuan Paulus mengatakan hal demikian?
Jawaban:
Paulus adalah rasul bagi bangsa non Yahudi. Sedangkan rasul-rasul lain bagi bangsa Yahudi. Dan hal itu telah disepakati bersama oleh Paulus dan rasul-rasul lainnya tersebut.
Ia mengingatkan Jemaat Korintus bahwa ia adalah bapa rohani bagi mereka. Suatu posisi yang lebih dari sekadar pengajar atau pendidik, karena mempunyai ikatan hubungan yang lebih kuat, seperti bapa dan anak.
Dengan mengatakan demikian, Paulus mengantisipasi penyimpangan ajaran atau didikan di luar dari apa yang pernah ia berikan. Dan juga mengingatkan Jemaat Korintus kembali akan otoritas, posisi, hubungan antara Paulus, sehingga tidak terjadi kekacauan atau kesalahan.
Doa:
Tuhan terima kasih atas pelajaran pagi ini. Mampukan hamba menjadi bapa rohani dan juga anak rohani yang baik di dalam Jemaat Engkau. Dalam nama Yesus Kristus. Amin.
Bacaan: I Kor 4:15-17
4:15 Sebab sekalipun kamu mempunyai beribu-ribu pendidik dalam Kristus, kamu tidak mempunyai banyak bapa. Karena akulah yang dalam Kristus Yesus telah menjadi bapamu oleh Injil yang kuberitakan kepadamu.
Fakta:
Paulus berkata kepada Jemaat Korintus:
• …kamu mempunyai beribu-ribu pendidik dalam Kristus, tetapi kamu tidak mempunyai banyak bapa.
• …akulah bapamu dalam Kristus Yesus oleh Injil yang kuberitakan kepadamu.
• …aku menasihatkan kamu: turutilah teladanku!
• …aku mengirimkan kepadamu Timotius, yang adalah anakku yang kekasih dan yang setia dalam Tuhan.
• Timotius akan memperingatkan kamu akan hidup yang kuturuti dalam Kristus Yesus, seperti yang kuajarkan di mana-mana dalam setiap jemaat.
Pertanyaan:
Paulus mengatakan “…akulah bapamu dalam Kristus Yesus oleh Injil yang kuberitakan kepadamu.” Apakah arti dan tujuan Paulus mengatakan hal demikian?
Jawaban:
Paulus adalah rasul bagi bangsa non Yahudi. Sedangkan rasul-rasul lain bagi bangsa Yahudi. Dan hal itu telah disepakati bersama oleh Paulus dan rasul-rasul lainnya tersebut.
Ia mengingatkan Jemaat Korintus bahwa ia adalah bapa rohani bagi mereka. Suatu posisi yang lebih dari sekadar pengajar atau pendidik, karena mempunyai ikatan hubungan yang lebih kuat, seperti bapa dan anak.
Dengan mengatakan demikian, Paulus mengantisipasi penyimpangan ajaran atau didikan di luar dari apa yang pernah ia berikan. Dan juga mengingatkan Jemaat Korintus kembali akan otoritas, posisi, hubungan antara Paulus, sehingga tidak terjadi kekacauan atau kesalahan.
Doa:
Tuhan terima kasih atas pelajaran pagi ini. Mampukan hamba menjadi bapa rohani dan juga anak rohani yang baik di dalam Jemaat Engkau. Dalam nama Yesus Kristus. Amin.
3 in 1 (Rasul, Komunikator, & Bapa)
Kamis, 28 Agustus 2008
Bacaan: I Kor 4:14
4:14 Hal ini kutuliskan bukan untuk memalukan kamu, tetapi untuk menegor kamu sebagai anak-anakku yang kukasihi.
Fakta:
Paulus berkata kepada Jemaat Korintus bahwa ia tidak bermaksud memalukan mereka dengan cara menuliskan surat, tetapi untuk menegor mereka sebagai anak-anaknya yang ia kasihi.
Pertanyaan:
1. Apa bedanya memalukan dengan menegor?
2. Apa tujuan Paulus membedakan kedua hal tersebut?
Jawaban:
Paulus berharap bahwa Jemaat Korintus tidak salah meng-interpretasikan tulisannya. Sebaliknya ia ingin agar mereka dapat memandangnya seperti seorang bapa yang meng-koreksi kesalahan anak-anaknya. Bukan malah menjadi tertekan, terintimidasi atau dipermalukan.
Paulus peduli terhadap respon atau interpretasi orang lain terhadap apa yang ia sampaikan. Hal tersebut menunjukkan bahwa ia adalah orang yang bertujuan bukan seperti petinju yang sembarang memukul (band. I Kor 9:26).
Ayat Renungan:
I Kor 9:26; Yak 3:1-12
Doa:
Tuhan terima kasih atas pelajaran pagi ini. Mampukan hamba menjadi pribadi ber-tujuan mulia dalam setiap sikap, tindakan dan perkataan hamba. Dalam nama Yesus Kristus. Amin.
Bacaan: I Kor 4:14
4:14 Hal ini kutuliskan bukan untuk memalukan kamu, tetapi untuk menegor kamu sebagai anak-anakku yang kukasihi.
Fakta:
Paulus berkata kepada Jemaat Korintus bahwa ia tidak bermaksud memalukan mereka dengan cara menuliskan surat, tetapi untuk menegor mereka sebagai anak-anaknya yang ia kasihi.
Pertanyaan:
1. Apa bedanya memalukan dengan menegor?
2. Apa tujuan Paulus membedakan kedua hal tersebut?
Jawaban:
Paulus berharap bahwa Jemaat Korintus tidak salah meng-interpretasikan tulisannya. Sebaliknya ia ingin agar mereka dapat memandangnya seperti seorang bapa yang meng-koreksi kesalahan anak-anaknya. Bukan malah menjadi tertekan, terintimidasi atau dipermalukan.
Paulus peduli terhadap respon atau interpretasi orang lain terhadap apa yang ia sampaikan. Hal tersebut menunjukkan bahwa ia adalah orang yang bertujuan bukan seperti petinju yang sembarang memukul (band. I Kor 9:26).
Ayat Renungan:
I Kor 9:26; Yak 3:1-12
Doa:
Tuhan terima kasih atas pelajaran pagi ini. Mampukan hamba menjadi pribadi ber-tujuan mulia dalam setiap sikap, tindakan dan perkataan hamba. Dalam nama Yesus Kristus. Amin.
HATI SEORANG RASUL
Rabu, 27 Agustus 2008
Bacaan: I Kor 4:11-13
4:11 Sampai pada saat ini kami lapar, haus, telanjang, dipukul dan hidup mengembara,
4:12 kami melakukan pekerjaan tangan yang berat. Kalau kami dimaki, kami memberkati; kalau kami dianiaya, kami sabar;
4:13 kalau kami difitnah, kami tetap menjawab sama dengan sampah dunia, sama dengan kotoran dari segala sesuatu, sampai pada saat ini.
Fakta:
Paulus berkata kepada Jemaat Korintus:
• Sampai pada saat ini kami lapar, haus, telanjang, dipukul dan hidup mengembara,
• kami melakukan pekerjaan tangan yang berat.
• Kalau kami dimaki, kami memberkati;
• kalau kami dianiaya, kami sabar;
• kalau kami difitnah, kami tetap menjawab dengan ramah;
• kami telah menjadi sama dengan sampah dunia, sama dengan kotoran dari segala sesuatu, sampai pada saat ini.
Pertanyaan:
1. Mengapa Paulus mengulangi kata “sampai pada saat ini”?
2. Apa arti dan tujuan perkataan Paulus tersebut?
Jawaban:
Paulus mengkomunikasikan kesusahan dan kesukaran yang ia dan rekan-rekan kerja-nya alami sebagai rasul dan pelayan Allah. Bukan kesusahan pada suatu ketika, tetapi kesusahan yang mereka alami sepanjang pelayanan, dari awal sampai pada saat ia menuliskan suratnya.
Ada beberapa hal yang mungkin melatarbelakangi perkataan-nya. Pertama, Paulus meng-encounter pikiran anggota Jemaat Korintus yang mengira bahwa rasul atau pelayan adalah posisi yang menyenangkan atau menguntungkan. Kedua, Paulus meng-encounter pandangan anggota Jemaat Korintus yang memandang kerasulan atau kepemimpinan sebagai sesuatu yang wah secara duniawi. Ketiga, Paulus meng-encounter kesombongan dalam diri anggota Jemaat Korintus yang menganggap diri mereka lebih berhikmat tetapi tidak melakukan perjuangan atau kontribusi apa pun bagi Kerajaan Allah.
Doa:
Tuhan terima kasih atas pelajaran pagi ini. Berikan hati dan keyakinan seorang rasul dan pelayan sejati dalam diri hamba. Dalam nama Yesus Kristus. Amin.
Bacaan: I Kor 4:11-13
4:11 Sampai pada saat ini kami lapar, haus, telanjang, dipukul dan hidup mengembara,
4:12 kami melakukan pekerjaan tangan yang berat. Kalau kami dimaki, kami memberkati; kalau kami dianiaya, kami sabar;
4:13 kalau kami difitnah, kami tetap menjawab sama dengan sampah dunia, sama dengan kotoran dari segala sesuatu, sampai pada saat ini.
Fakta:
Paulus berkata kepada Jemaat Korintus:
• Sampai pada saat ini kami lapar, haus, telanjang, dipukul dan hidup mengembara,
• kami melakukan pekerjaan tangan yang berat.
• Kalau kami dimaki, kami memberkati;
• kalau kami dianiaya, kami sabar;
• kalau kami difitnah, kami tetap menjawab dengan ramah;
• kami telah menjadi sama dengan sampah dunia, sama dengan kotoran dari segala sesuatu, sampai pada saat ini.
Pertanyaan:
1. Mengapa Paulus mengulangi kata “sampai pada saat ini”?
2. Apa arti dan tujuan perkataan Paulus tersebut?
Jawaban:
Paulus mengkomunikasikan kesusahan dan kesukaran yang ia dan rekan-rekan kerja-nya alami sebagai rasul dan pelayan Allah. Bukan kesusahan pada suatu ketika, tetapi kesusahan yang mereka alami sepanjang pelayanan, dari awal sampai pada saat ia menuliskan suratnya.
Ada beberapa hal yang mungkin melatarbelakangi perkataan-nya. Pertama, Paulus meng-encounter pikiran anggota Jemaat Korintus yang mengira bahwa rasul atau pelayan adalah posisi yang menyenangkan atau menguntungkan. Kedua, Paulus meng-encounter pandangan anggota Jemaat Korintus yang memandang kerasulan atau kepemimpinan sebagai sesuatu yang wah secara duniawi. Ketiga, Paulus meng-encounter kesombongan dalam diri anggota Jemaat Korintus yang menganggap diri mereka lebih berhikmat tetapi tidak melakukan perjuangan atau kontribusi apa pun bagi Kerajaan Allah.
Doa:
Tuhan terima kasih atas pelajaran pagi ini. Berikan hati dan keyakinan seorang rasul dan pelayan sejati dalam diri hamba. Dalam nama Yesus Kristus. Amin.
KEUNTUNGAN JEMAAT
Selasa, 26 Agustus 2008
Bacaan: I Kor 4:9-10
4:9 Sebab, menurut pendapatku, Allah memberikan kepada kami, para rasul, tempat yang paling rendah, sama seperti orang-orang yang telah dijatuhi hukuman mati, sebab kami telah menjadi tontonan bagi dunia, bagi malaikat-malaikat dan bagi manusia.
4:10 Kami bodoh oleh karena Kristus, tetapi kamu arif dalam Kristus. Kami lemah, tetapi kamu kuat. Kamu mulia, tetapi kami hina.
Fakta:
Paulus berkata kepada Jemaat Korintus:
• …, menurut pendapatku, Allah memberikan kepada kami, para rasul, tempat yang paling rendah, sama seperti orang-orang yang telah dijatuhi hukuman mati, sebab kami telah menjadi tontonan bagi dunia, bagi malaikat-malaikat dan bagi manusia.
• Kami bodoh oleh karena Kristus, tetapi kamu arif dalam Kristus. Kami lemah, tetapi kamu kuat. Kamu mulia, tetapi kami hina.
Pertanyaan:
Apa arti dan tujuan perkataan Paulus tersebut?
Jawaban:
Paulus meng-kategorikan perkataan tersebut sebagai pendapat pribadi-nya. Ia mengatakan bahwa para rasul, sebenarnya, mendapat posisi lebih rendah dibanding Jemaat Korintus. Sebab mereka menerima beban dan tanggung jawab yang besar sebagai pejuang dan pelayan bagi Jemaat Allah.
Saat mereka menghadapi tantangan, ancaman atau penderitaan, mereka disaksikan oleh malaikat dan manusia, seolah seperti sebuah tontonan. Berbeda halnya dengan Jemaat Korintus, porsi beban dan tanggung jawab jemaat tersebut lebih kecil. Malah sebaliknya, Jemaat justru memperoleh keuntungan atau manfaat yang besar dari perjuangan atau pelayanan para rasul.
Besar kemungkinan Paulus sedang memperlihatkan suatu perbandingan antara hidup mereka dan jemaat, sehingga Jemaat dapat menyadari betapa beruntungnya diri mereka, dan mereka pun dapat mensyukuri keadaan mereka sebagai jemaat.
Doa:
Tuhan terima kasih atas pelajaran pagi ini. Berikan hamba hati yang selalu bersyukur atas para pemimpin rohani, dan bersyukur sebagai jemaat Mu . Dalam nama Yesus Kristus. Amin.
Bacaan: I Kor 4:9-10
4:9 Sebab, menurut pendapatku, Allah memberikan kepada kami, para rasul, tempat yang paling rendah, sama seperti orang-orang yang telah dijatuhi hukuman mati, sebab kami telah menjadi tontonan bagi dunia, bagi malaikat-malaikat dan bagi manusia.
4:10 Kami bodoh oleh karena Kristus, tetapi kamu arif dalam Kristus. Kami lemah, tetapi kamu kuat. Kamu mulia, tetapi kami hina.
Fakta:
Paulus berkata kepada Jemaat Korintus:
• …, menurut pendapatku, Allah memberikan kepada kami, para rasul, tempat yang paling rendah, sama seperti orang-orang yang telah dijatuhi hukuman mati, sebab kami telah menjadi tontonan bagi dunia, bagi malaikat-malaikat dan bagi manusia.
• Kami bodoh oleh karena Kristus, tetapi kamu arif dalam Kristus. Kami lemah, tetapi kamu kuat. Kamu mulia, tetapi kami hina.
Pertanyaan:
Apa arti dan tujuan perkataan Paulus tersebut?
Jawaban:
Paulus meng-kategorikan perkataan tersebut sebagai pendapat pribadi-nya. Ia mengatakan bahwa para rasul, sebenarnya, mendapat posisi lebih rendah dibanding Jemaat Korintus. Sebab mereka menerima beban dan tanggung jawab yang besar sebagai pejuang dan pelayan bagi Jemaat Allah.
Saat mereka menghadapi tantangan, ancaman atau penderitaan, mereka disaksikan oleh malaikat dan manusia, seolah seperti sebuah tontonan. Berbeda halnya dengan Jemaat Korintus, porsi beban dan tanggung jawab jemaat tersebut lebih kecil. Malah sebaliknya, Jemaat justru memperoleh keuntungan atau manfaat yang besar dari perjuangan atau pelayanan para rasul.
Besar kemungkinan Paulus sedang memperlihatkan suatu perbandingan antara hidup mereka dan jemaat, sehingga Jemaat dapat menyadari betapa beruntungnya diri mereka, dan mereka pun dapat mensyukuri keadaan mereka sebagai jemaat.
Doa:
Tuhan terima kasih atas pelajaran pagi ini. Berikan hamba hati yang selalu bersyukur atas para pemimpin rohani, dan bersyukur sebagai jemaat Mu . Dalam nama Yesus Kristus. Amin.
Selasa, 19 Agustus 2008
HATI YANG BERSYUKUR
Senin, 25 Agustus 2008
Bacaan: I Kor 4:7-8
4:7 Sebab siapakah yang menganggap engkau begitu penting? Dan apakah yang engkau punyai, yang tidak engkau terima? Dan jika engkau memang menerimanya, mengapakah engkau memegahkan diri, seolah-olah engkau tidak menerimanya?
4:8 Kamu telah kenyang, kamu telah menjadi kaya, tanpa kami kamu telah menjadi raja. Ah, alangkah baiknya kalau benar demikian, bahwa kamu telah menjadi raja, sehingga kami pun turut menjadi raja dengan kamu.
Fakta:
Paulus berkata kepada Jemaat Korintus:
• …siapakah yang menganggap engkau begitu penting?
• …apakah yang engkau punyai, yang tidak engkau terima?
• …jika engkau memang menerimanya, mengapakah engkau memegahkan diri, seolah-olah engkau tidak menerimanya?
• …Kamu telah kenyang, kamu telah menjadi kaya, tanpa kami kamu telah menjadi raja.
• Ah, alangkah baiknya kalau benar demikian, bahwa kamu telah menjadi raja, sehingga kami pun turut menjadi raja dengan kamu.
Pertanyaan:
• Apakah arti perkataan Paulus “…jika engkau memang menerimanya, mengapakah engkau memegahkan diri, seolah-olah engkau tidak menerimanya?”
Jawaban:
Dengan mengatakan hal tersebut, Paulus mengharapkan agar Jemaat Korintus tidak menjadi sombong tetapi bersyukur atas segala sesuatu yang telah mereka terima dari Allah.
Paulus memandang bahwa Jemaat Korintus memiliki keuntungan materi atau finansial lebih baik dibandingkan dengan dirinya, Apolos dan Kefas. Mereka adalah jemaat yang kaya dan senang hidupnya, sedangkan Paulus dan rasul lainnya selalu menghadapi tantangan dan ancaman, bahkan hingga saat Paulus menuliskan suratnya kepada Jemaat Korintus.
Doa:
Tuhan terima kasih atas pelajaran pagi ini. Berikan hamba hati yang selalu bersyukur, yang setia dan percaya akan berkat dan penyertaan Engkau setiap waktu dalam hidupku. Dalam nama Yesus Kristus. Amin.
Bacaan: I Kor 4:7-8
4:7 Sebab siapakah yang menganggap engkau begitu penting? Dan apakah yang engkau punyai, yang tidak engkau terima? Dan jika engkau memang menerimanya, mengapakah engkau memegahkan diri, seolah-olah engkau tidak menerimanya?
4:8 Kamu telah kenyang, kamu telah menjadi kaya, tanpa kami kamu telah menjadi raja. Ah, alangkah baiknya kalau benar demikian, bahwa kamu telah menjadi raja, sehingga kami pun turut menjadi raja dengan kamu.
Fakta:
Paulus berkata kepada Jemaat Korintus:
• …siapakah yang menganggap engkau begitu penting?
• …apakah yang engkau punyai, yang tidak engkau terima?
• …jika engkau memang menerimanya, mengapakah engkau memegahkan diri, seolah-olah engkau tidak menerimanya?
• …Kamu telah kenyang, kamu telah menjadi kaya, tanpa kami kamu telah menjadi raja.
• Ah, alangkah baiknya kalau benar demikian, bahwa kamu telah menjadi raja, sehingga kami pun turut menjadi raja dengan kamu.
Pertanyaan:
• Apakah arti perkataan Paulus “…jika engkau memang menerimanya, mengapakah engkau memegahkan diri, seolah-olah engkau tidak menerimanya?”
Jawaban:
Dengan mengatakan hal tersebut, Paulus mengharapkan agar Jemaat Korintus tidak menjadi sombong tetapi bersyukur atas segala sesuatu yang telah mereka terima dari Allah.
Paulus memandang bahwa Jemaat Korintus memiliki keuntungan materi atau finansial lebih baik dibandingkan dengan dirinya, Apolos dan Kefas. Mereka adalah jemaat yang kaya dan senang hidupnya, sedangkan Paulus dan rasul lainnya selalu menghadapi tantangan dan ancaman, bahkan hingga saat Paulus menuliskan suratnya kepada Jemaat Korintus.
Doa:
Tuhan terima kasih atas pelajaran pagi ini. Berikan hamba hati yang selalu bersyukur, yang setia dan percaya akan berkat dan penyertaan Engkau setiap waktu dalam hidupku. Dalam nama Yesus Kristus. Amin.
Langganan:
Postingan (Atom)