Minggu, 24 Januari 2010
Jumat, 22 Januari 2010
Selasa, 19 Januari 2010
Pegawai Istana Kerajaan Sorga
Bacaan: Matius 10:1-410:1 Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan.
10:2 Inilah nama kedua belas rasul itu: Pertama Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya, dan Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya,
10:3 Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius pemungut cukai, Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus,
10:4 Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia.
Adalah benar bahwa Yesus adalah Raja yang dijanjikan oleh PL tetapi pada zaman-Nya Yesus juga seringkali dipanggil dengan panggilan atau sebutan Rabi atau Guru. Matius pasal 10 ayat 1 sampai 4 menyebutkan bahwa Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka. Mereka adalah Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya, dan Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius pemungut cukai, Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus, Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia.
Dari ayat 5 sampai 42 pasal 10 Injil Matius, Yesus memberikan panduan, peringatan, dan juga dorongan atau semangat kepada murid-murid-Nya. Ia berpesan kepada mereka agar mereka mendahulukan penginjilan kepada bangsa Israel daripada bangsa-bangsa yang lain seperti Samaria. Hal ini juga selaras dengan apa yang Ia sampaikan kepada mereka setelah kebangkitan-Nya. Di Kisah Para Rasul pasal 1 ayat 8, Yesus berkata:”…kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”
Di ayat 7 sampai 8, Ia memberitahukan apa yang harus mereka lakukan dan yang harus mereka beritakan. Yesus berkata kepada mereka:”Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan…”
Di ayat 9 sampai 13, Yesus memperingatkan mereka agar tidak membawa emas, perak, atau tembaga, dan jangan membawa bekal dalam perjalanan. Cukup dengan membawa baju dua helai, kasut atau tongkat. Berkaitan dengan hal itu, Yesus memberikan pengertian bahwa dengan melakukan hal yang demikian, mereka sesungguhnya sedang melakukan suatu pekerjaan yang layak mendapat upah berupa pelayanan dari masyarakat, meskipun sebenarnya mereka tidak sedang bermaksud meng-komersil-kan atau mem-bisnis-kan hal itu demi kepentingan pribadi. Di Matius pasal 10 ayat 8b, Yesus berkata:”…Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah dengan cuma-cuma. Dengan kata lain, Yesus seolah berkata:”Apa yang kamu lakukan adalah hal yang sangat penting dan berguna bagi masyarakat. Kamu memberitakan Kerajaan Sorga dan menolong banyak orang. Jadi, kamu patut menerima pelayanan dari mereka sehingga dengan demikian kamu tidak perlu kuatir bahkan kamu tidak perlu membawa bekal atau persediaan.”
Ini tidak berarti bahwa Yesus adalah anti manajemen keuangan. Tidak sama sekali. Ia mempunyai bendahara, Ia membayar pajak dan di Injil Lukas pasal 8 ayat 3 disebutkan bahwa ada juga terdapat orang-orang yang kaya yang mengikut Yesus. Uang sesungguhnya adalah hal atau barang yang netral tinggal bagaimana sikap seseorang terhadap uang, bagaimana ia menangani dan mengelolanya. William Barclay pernah menuliskan di dalam salah satu bukunya bahwa adalah suatu kebiasaan dan kehormatan bagi orang Yahudi untuk menerima seorang rabi di dalam rumah mereka dan membiayai rabi tersebut.*) Penerimaan atau penolakan masyarakat terhadap murid-murid yang diutus oleh Yesus mungkin juga dijadikan semacam tanda, bukti atau ukuran seperti apa penerimaan masyarakat terhadap Yesus, terhadap rasul-rasul-Nya, dan terhadap pesan pertobatan atau pesan Kerajaan yang mereka sampaikan.
Kesimpulannya, jangan pernah minder menjadi pekerja buat Tuhan karena sesungguhnya peran Anda adalah sangat penting dan sangat berharga. Jadilah bangga karena Anda adalah pegawai istana Kerajaan Sorga dan Raja Anda adalah Yang Maha Tinggi.
*) Nabi-nabi palsu di zaman dahulu seringkali menyalahgunakan kebiasaan bangsa Yahudi ini demi mencari keuntungan diri sendiri. Mereka serakah dan memperkaya diri sementara ajaran yang mereka ajarkan adalah sesat atau palsu.
Copyright © 2010 by Naek @ NEVER MISSING QUIET TIME
http://www.nevermissingqt.blogspot.com/
Berbahagialah yang Membawa Damai…!
Bacaan: Matius 5:9 Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah
Kata “damai” dalam bahasa Ibrani disebut dengan “syalom” yang artinya segala sesuatu yang membuat dan membawa kebaikan bagi manusia*). Kata tersebut sudah sangat familiar di Indonesia dan biasanya dipakai untuk menyapa orang lain atau sebagai sapaan pembuka atau penutup surat sebelum menandatangi dan mengirimkannya.
Orang yang menyapa dengan mengatakan “syalom” atau salam idealnya diartikan sebagai orang yang sedang menyampaikan keinginan akan adanya kebaikan bagi orang yang mendengar atau menerima sapaan tersebut.
Kata “syalom” sesungguhnya mengandung kesan yang positif dan aktif bukan pasif. Dengan demikian yang dimaksud dengan orang yang “membawa damai” dapat diartikan sebagai orang yang mengerjakan atau mengupayakan damai bukan menunggu atau mengharapkan situasi-kondisi yang damai saja.
Untuk dapat lebih jelas mengerti ayat ini (Matius 5:9), kita perlu mengetahui apakah yang dikatakan alkitab tentang mengupayakan damai atau yang biasa juga disebut sebagai pendamaian atau rekonsiliasi.
Manusia pada dasarnya mempunyai tiga jenis kesalahan ditinjau dari kepada siapa mereka bersalah atau melakukan dosa. Yang pertama adalah bahwa manusia bersalah atau berdosa kepada Tuhan, yang kedua adalah bahwa manusia mempunyai kesalahan terhadap orang lain atau sesamanya dan yang ketiga adalah bahwa manusia mempunyai kesalahan atau dosa terhadap diri sendiri. Tentu saja memang, secara total dan menyeluruh, manusia bersalah dan berdosa kepada Tuhan, tetapi, manusia juga bersalah terhadap sesamanya ketika mereka membenci, dendam, iri hati, atau melakukan kejahatan atau kekerasan terhadap sesama mereka, dan lain sebagainya. Surat 1 Korintus pasal 6 ayat 18, menyatakan bahwa melakukan dosa percabulan atau perzinahan adalah berarti melakukan dosa atau kesalahan terhadap diri sendiri. Dengan kata lain, manusia bukan saja berdosa atau bersalah terhadap Tuhan, tetapi juga terhadap orang lain atau sesama mereka atau diri sendiri dan itu mungkin terjadi pada waktu yang sama. Inilah alasan atau latar belakang mengapa pendamaian di dalam hidup manusia adalah penting bahkan sangat mendesak.
Jadi, yang dimaksud dengan membawa damai dapat berarti mendamaikan seseorang dengan Tuhan, mendamaikan seseorang dengan sesamanya atau juga dapat berarti mendamaikan seseorang dengan dirinya sendiri.
Pertanyaannya, bagaimana pendamaian itu dilakukan? Jawabnya adalah dengan bertobat karena bertobat adalah berarti me-rekonsiliasi hubungan manusia dengan Tuhan. Berdamai dengan sesama juga adalah salah satu bukti atau tanda pertobatan seseorang, demikian juga halnya dengan diri sendiri. Orang yang membawa damai adalah orang yang bekerja, mengupayakan damai secara sengaja, aktif, dan berinisiatif mewujudkan atau merealisasikannya. Di Matius pasal 28 ayat 19 sampai 20 Yesus memberikan amanat:”…pergilah dan jadikanlah semua bangsa menjadi muridKu dan baptislah mereka di dalam nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus…” dan melalui Kisah Para Rasul pasal 26 ayat 20 kita juga dapat mengetahui inti atau fokus pemberitaan rasul Paulus yaitu supaya manusia bertobat, dan berbalik kepada Allah karena dengan cara demikian kita mendamaikan manusia dengan Tuhan, mendamaikan manusia dengan sesamanya dan juga mendamaikan manusia dengan diri mereka sendiri. Kisah Para Rasul pasal 3 ayat 19 mengatakan bahwa jika kita bertobat maka kita akan merasakan kelegaan atau damai sejahtera di dalam hati kita.
Kesimpulannya, berdamailah dengan Tuhan, berdamailah dengan sesama Anda dan berdamailah juga dengan diri sendiri. Bertobatlah dari dosa-dosa dan kesalahan Anda. Jadilah pembawa damai karena dengan melakukan hal yang demikian maka Anda akan disebut sebagai anak-anak Allah karena Anda melakukan pekerjaan-pekerjaan dan tujuan-tujuan Allah.
*) Arti kata damai diadaptasi dari buku PASH Matius 1-10 hal 180 oleh Dr. William Barclay – penerbit BPK Gunung Mulia. Tersedia di took buku Berean Corner Bookstore & Gifts.
Copyright © 2010 by Naek @ NEVER MISSING QUIET TIME
http://www.nevermissingqt.blogspot.com/
Kamis, 14 Januari 2010
Raja yang Kekal
Bacaan: Matius 9:35-3835Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.
36Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.
37Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit.
38Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu."
Sejak awal penulisan, Matius mempunyai intensi untuk menjelaskan bahwa Yesus adalah Raja yang dijanjikan oleh PL. Di pasal yang pertama, Matius menjelaskan bahwa benar Yesus adalah keturunan Daud. Ia juga adalah keturunan Abraham, keturunan Yehuda, dan keturunan Isai sesuai dengan nubuat-nubuat dalam Kitab Suci. Ia juga menggenapi nubuat bahwa Ia adalah Imannuel yang berarti Allah beserta kita dan juga adalah Bapa yang Kekal, Allah yang Perkasa, dan Raja Damai (band. Yes 7:14; Yes 9:5). Di pasal yang kedua, Matius memperjelas lagi bahwa orang-orang Majus atau raja-raja dari Timur pun datang untuk menyembah Dia. Mereka adalah orang-orang yang dipandang oleh dunia sebagai orang yang dipercaya dan mempunyai kompetensi untuk melihat, menilai atau menentukan seseorang sebagai raja. Di pasal yang sama, raja Herodes merasa terancam dengan berita tentang kedatangan Yesus. Ini menunjukkan bahwa Yesus tidak dipandang sebagai pribadi yang sepele atau biasa. Berita tentang kedatangan raja yang bernama Yesus menjadi highlight di 'Betlehem Post' pada masa itu.
Matius pasal 3 menjelaskan tentang seseorang yang memberitakan tentang kedatangan-Nya dan mempersiapkan jalan bagi Raja tersebut. Dia adalah Yohanes Pembaptis. Matius pasal 4 adalah berisi tentang persiapan dan awal pelayanan Yesus. Matius pasal 5 sampai dengan pasal 7 berisi tentang pengajaran Yesus. Matius pasal 8 sampai pasal 9 berisi tentang mujizat dan kuasa Yesus. Ia menyembuhkan orang yang sakit kusta, menyembuhkan hamba seorang perwira dengan satu perkataan dari jarak jauh, juga menyembuhkan ibu mertua Petrus, meredakan angin rebut, menyembuhkan orang yang kerasukan, orang lumpuh, wanita yang sakit pendarahan melalui penjamahan jumbai jubah-Nya, dan menyembuhkan mata orang buta dan orang yang bisu.
Matius pasal 9 ayat 35 meringkas apa yang Yesus lakukan di dalam pelayanan-Nya. Ia berkeliling ke semua kota dan desa; mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. Ayat 36 memberitahukan kita tentang hati dan perasaan Yesus bahwa Ia sangat terharu dan berbelas kasihan melihat situasi dan kondisi yang dialami oleh manusia. Ia melihat manusia sebagai orang-orang yang lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. Ayat 37 sampai 38 menunjukkan ekspresi, perkataan dan keinginan-Nya untuk menolong mereka.
Injil Yohanes pasal 21 ayat 25 berkata:”Masih banyak hal-hal lain lagi yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.” Dengan kata lain, Yesus sangat meyakinkan untuk dapat disebut sebagai Raja yang dijanjikan oleh PL. Tidak dengan satu atau dua perkataan. Tidak juga dengan satu atau dua perbuatan atau tanda ajaib tetapi sangat banyak bahkan saking banyaknya, rasul Yohanes mengungkapkan bahwa agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu.
Kesimpulannya, Yesus adalah Raja yang dijanjikan oleh PL. Dia adalah Raja di atas segala raja dan Kerajaan-Nya pun adalah kekal selamanya. Ia tidak meragukan sama sekali melainkan sangat meyakinkan. Jangan pernah ragu terhadap Dia tetapi percayalah kepada-Nya.
Copyright © 2010 by Naek @ NEVER MISSING QUIET TIME
http://www.nevermissingqt.blogspot.com/
Langganan:
Postingan (Atom)