Selasa, 15 Desember 2009

Yesus Kristus - KebaikanNya

Allah itu ada tetapi manusia tidak dapat melihatNya dengan mata. Ia sangat penting dan berguna bagi manusia tetapi sesungguhnya manusia tidak tahu, tidak mengerti, dan tidak mengenal Dia. Keberadaan dan pentingNya Tuhan di dalam hidup manusia membuat studi tentang Allah atau teologi menjadi sangat penting dan dibutuhkan oleh manusia.

Allah dapat dipelajari karena Ia memang menyediakan diriNya untuk hal tersebut tetapi sesungguhnya manusia tidak dapat mengetahui Dia sepenuhNya karena Ia adalah Allah yang tidak terbatas atau infinite. Dengan kata lain, manusia hanya dapat mempelajari tentang Dia sesuai dengan penyataan yang telah Ia anugerahkan kepada manusia.

Dalam pelajaran ini, saya membahas 6 (enam) hal yang dianugerahkan Allah kepada orang-orang yang percaya kepadaNya:
1. Mengenal Dia melalui penyataanNya.
2. Memperoleh penebusan dari/ olehNya.
3. Bertumbuh di dalam Dia.
4. Memperoleh Janji-JanjiNya.
5. Memperoleh informasi penting tentang akhir zaman.
6. Memperoleh perlindungan atau pengangkatan dari/ olehNya.

1. Mengenal Allah
Ada terdapat tiga jenis studi tentang Allah. Yang pertama adalah teologi Alkitab, yang kedua adalah sejarah teologi, dan yang ketiga adalah teologi sistematis. Studi tentang Allah dapat melibatkan rasionalisme, empirisme, dan iman.

Studi tentang Allah menjadi sangat mungkin karena manusia memiliki sifat moral yang memungkinkan kita untuk percaya pada Tuhan dan untuk mengetahui yang benar dari yang salah. Di samping itu, alam semesta diciptakan dalam mode logis dan mengikuti aturan tertib, dengan demikian menunjuk kepada pencipta yang cerdas. Meskipun manusia tidak dapat diselamatkan oleh bukti-bukti alam tetapi itu dapat menghantarkan manusia untuk mencari informasi lebih lanjut.

Alkitab adalah salah satu sumber utama. Allah menyatakan firman-Nya kepada penulis Alkitab. Melalui tulisan-tulisan di dalam Alkitab kita bisa menggambarkannya dalam istilah manusia yang terbatas. Allah adalah Roh. Dia adalah pribadi ilahi yang hidup, aktif, tidak terbatas, abadi, dan tidak dapat diubah. Tetapi, walaupun Dia adalah transenden dan imanen, kita masih bisa berhubungan dengan-Nya. Allah memiliki kesadaran diri, Dia sangat cerdas, dan Dia bisa merasakan emosi. Ia mempunyai atribut yang sangat banyak, mungkin tidak terbatas juga banyaknya. Ia tidak terbatas, rohani, tidak terukur, unik, mahakuasa, mahatahu, dan maha hadir. Ia juga setia, benar, berdaulat, dan adil. Ia adalah sumber kehidupan. NamaNya berbeda-beda menunjukkan sisi yang berbeda dari diriNya. Ia adalah Elohim, El Shaddai, El Elyon, Yahweh, Adonai, Theos, kurios, Despotes, dan Bapa. Ia adalah trinitas, satu dalam esensi dan tiga pribadi.

Allah adalah pribadi yang mempunyai rencana. Ada tiga sikap yang dapat ditemukan tentang bagaimana Allah menyikapi atau mewujudkan rencanaNya. Yang pertama, overruling, yang kedua permisif, dan yang ketiga memberikan petunjuk.

2. Memperoleh Penebusan dari/ olehNya
Dosa adalah masalah manusia yang paling serius dan terbesar. Fakta ini nyata dan dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari baik secara langsung ataupun melalui media. Isu tentang penebusan Kristus sangat relevan dan beralasan. Manusia membutuhkan penebusan, pengampunan dan rekonsiliasi dari dan oleh Tuhan yang Maha Kudus. PenebusanNya adalah sempurna, melindungi manusia dari penghakiman. Ia juga menghapus dosa dan rasa bersalah dari dalam diri manusia. Yudaisme tidak mempercayai ini tetapi juga mempunyai banyak pertanyaan tentang nubuat-nubuat tentang Mesias dan Penebusan yang belum tergenapi menurut mereka hingga saat ini.

3. Bertumbuh di dalam Dia
Selain mengenal Dia dan memperoleh penebusan dari/ olehNya, Allah juga menganugerahkan pertumbuhan di dalam Dia. Orang Kristen pasti bertumbuh dari waktu ke waktu. Salah satunya adalah bertumbuh di dalam pengetahuan dan pengertian akan Dia seperti yang seringkali disebutkan rasul Paulus dalam pengharapannya.

Orang Kristen di masa kini dapat juga bertumbuh di dalam pengetahuan dan pengertiannya melalui studi teologi. Salah satunya adalah Biblical Systematic Theology yaitu pengetahuan tentang Allah dan hubungan-Nya kepada alam semesta, yang berasal dari wahyu Alkitab, dan disusun secara logis untuk membentuk sistem yang teratur.

Studi ini berbeda dengan studi teologi yang lain. Ia memperhatikan hubungan antara alam dan Alkitab. Meski demikian, studi ini penting dan juga berasal dari Allah karena Ia menyatakan diriNya melalui keduanya yaitu alam dan Alkitab.

Studi ini juga tidak untuk semua orang tetapi orang Kristen tertentu yang Tuhan karuniakan untuk itu. Ia harus punya kemampuan mental yang kuat, logis, sistematis, cinta belajar, memiliki latar belakang yang baik dalam pendidikan, dan pikiran yang seimbang, moral yang kuat, cinta kebenaran, taat kepada Allah, sabar dan rohani. Ia harus percaya bahwa Alkitab tidak mungkin salah. Tetapi, ia juga harus menyadari keterbatasannya dan bergantung kepada kuasa firman Allah dan doa.

4. Memperoleh Janji-JanjiNya
Alkitab menginformasikan bahwa Tuhan adalah Tuhan yang berjanji dan Tuhan yang menggenapi janjiNya. Mulai dari kitab Kejadian, di sana disebutkan tentang Edenic Covenant yaitu janji Allah kepada Adam. Jika ia menaati Allah, maka ia akan hidup. Jika ia tidak mematuhi maka ia akan dihukum. Tuhan juga berjanji kepada Nuh bahwa ia akan menyelamatkan mereka dan bahwa Ia tidak akan mendatangkan air bah lagi, kepada Abraham bahwa ia akan mempunyai keturunan yang sangat banyak, kepada Musa bahwa Ia akan membawa mereka keluar dari perbudakan, dan kepada Daud bahwa ia akan mempunyai keturunan seorang raja yaitu Mesias atau Anak Allah. Dan yang terakhir adalah bahwa Allah berjanji kepada manusia dalam/ melalui Perjanjian Baru bahwa Ia akan memperdamaikan manusia dengan Allah, mengadakan transformasi bagi manusia dari yang lama menjadi baru, dan menebus manusia dari hamba menjadi merdeka di dalam Dia.

5. Memperoleh Informasi Penting tentang Akhir Zaman
Selain mengenal Dia, memperoleh penebusan, bertumbuh, dan memperoleh janji-janji Tuhan, orang-orang Kristen juga memperoleh anugerah untuk mengetahui informasi penting tentang akhir zaman.

Alkitab menginformasikan kita tentang hal ini yaitu akhir zaman. Banyak tanda-tanda yang diberikan dan satu demi satu terbukti nyata di dalam kehidupan sehari-hari. Di dalam suratnya kepada Timotius, rasul Paulus menginformasikan tentang masa depan yang penuh dengan orang-orang yang egois, narsis dan tidak suka atau tidak cinta kepada Tuhan. Injil Matius pasal 24 menginformasikan tanda-tanda fisik seperti bencana alam, gempa bumi, perang, dan lain sebagainya. Setelah itu akan terjadi kesusahan yang besar saat anti-Christ masuk dan berdiri di tempat kudus.

6. Memperoleh Perlindungan dan Pengangkatan dari/ olehNya
Menurut Injil Matius dan Wahyu, ada terdapat tiga informasi penting tentang akhir zaman. Yang pertama adalah bahwa akan terjadi siksaan yang dahysat oleh anti-Christ, yang kedua adalah bahwa Kristus akan datang untuk kedua kalinya, dan yang ketiga adalah penghakiman dan pengangkatan oleh Tuhan.

Teolog-teolog Kristen masih mempunyai perbedaan pendapat tentang waktu pengangkatan dan masing-masing mendasari pendapatnya dengan tulisan-tulisan di Alkitab. Mungkin juga bahwa pengangkatan itu terjadi pada waktu yang berbeda yaitu pada masa tribulasi dan setelahnya. Tetapi satu hal yang pasti bahwa kita tidak akan tahu waktu atau tanggalnya. Itu akan terjadi seperti ‘waktu pencuri’ tiba-tiba dan tanpa peringatan. Kita tidak tahu kapan akhir jaman akan datang. Sikap yang terpenting adalah berjaga-jaga dan bersiap sedia.

Kesimpulannya, Allah sangat baik kepada kita. Ia ingin kita mengenal Dia, memperoleh penebusan dariNya, bertumbuh di dalam Dia, memperoleh Janji-JanjiNya, memperoleh informasi penting tentang akhir zaman, dan memperoleh perlindungan atau pengangkatan olehNya.


Copyright (c) 2009 by Naek @ NEVER MISSING QUIET TIME
http://www.nevermissingqt.blogspot.com/

Senin, 07 Desember 2009

Yesus Kristus - Kain Kafan Turin

Bacaan: Ibrani 11:1

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Bagi saya, Ibrani pasal 11 ayat 1 cukup untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan saya tentang Kain Kafan Turin - bahwa iman adalah dasar bukan bukti. Sebaliknya, bukti bukanlah dasar. Ia tidak pernah lahir sebelum iman. Contohnya, jika seseorang saat ini sudah berada di Sorga bersama dengan Yesus, melihat Dia dan berbincang-bincang denganNya, sudah tentu saat ini ia tidak lagi membutuhkan iman terhadap Yesus. Hal serupa terjadi dengan orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat yang selalu meminta tanda atau bukti tanpa pernah beriman. Hasilnya, mereka tidak pernah memperoleh bukti bagi diri mereka meskipun sesungguhnya bukti itu telah ada (band. Mat 28:12-13). Demikian pula halnya dengan bukti-bukti arkeologis, meskipun itu baik adanya, ia tidak dapat menghasilkan iman tetapi pendengaran akan firman Tuhan, itulah yang menghasilkan iman (band. Roma 10:17).

Lagipula, sejarah kain kafan Turin mengandung celah-celah perdebatan. Tetapi, sebelum melanjutkan pembahasan lebih jauh tentang hal tersebut, mari baca dan perhatikanlah sejarah singkat dari kain kafan Turin berikut ini:

Sejarah kain kafan Turin*:
a. Pada tahun 348 St. Sirilus, uskup Yerusalem, membuktikan kebangkitan Yesus dengan menunjukkan kepada umatnya kain kafan Yesus.

b. Pada tahun 670 uskup Arkulfus dari Britani Perancis menulis dalam buku hariannya bahwa ia melihat, mencium dan mengukur panjang kain kafan itu.

c. Pada tahun 1005 Yerusalem diserang dan diduduki oleh orang-orang Turki. Orang-orang kristiani melarikan diri ke Konstantinopel (Istambul sekarang); harta Gereja dan barang-barang suci yang sangat berharga mereka bawa serta, termasuk kain kafan Yesus.

d. Pada tahun 1147 raja Louis VII dari Perancis datang ke Konstantinopel dan menghormati Kain kafan. Berkali-kali Konstantinopel menjadi rebutan antara raja-raja kristiani dan raja-raja Islam dan Turki. Tetapi kain kafan Turin masih tetap aman dan utuh dan selama Perang-perang Salib berikutnya diamankanlah barang-barang suci dari Konstantinopel.

e. Pada tahun 1353 kain kafan diketahui berada di keluarga Geoffrey de Charny dari Perancis, di kota Lirey.

f. Pada tahun 1452 kain kafan itu dipertukarkan dengan sebuah puri dan tanah yang mengelilinginya. Pemilik kain kafan selanjutnya adalah Pangeran Louis Savoie. Kain kafan dipindah dari Lirey ke Chambery di sebuah kapel yang indah. Kain kafan disimpan dalam sebuah peti perak, dilipat rapi.

g. Pada tahun 1532 terjadi kebakaran di sakristi kapel itu. Sebagian tutup peti perak itu terbakar. Lelehan perak menjatuhi kain kafan dan menghanguskan lipatan-lipatannya.

h. Pada tahun 1534 suster-suster Klaris dari Chambery diberi tugas memperbaiki kain kafan itu.

i. Pada tahun 1578 Emmanuele Filibert II, Raja Savoie, memindahkan kain kafan ke Turin di gereja St. Laurensius, di dalam kapel Bunda Berdukacita.

j. Pada tahun 1649 kain kafan dipindahkan ke kapel yang dirancang dan dibangun oleh Guarino Guarini di dekat Katedral Turin.

k. Pada Perang Dunia II, kain kafan Turin sempat diamankan ke kota Napels.

l. Pada tahun 1946 kain kafan dibawa kembali ke Turin dan disimpan di sana hingga sekarang. Kain kafan tetap menjadi milik keluarga Savoie dengan tiga instansi sebagai pemegang kuncinya yaitu keturunan keluarga Savoie sendiri, Uskup Agung Turin, dan Pemerintah di Turin.

Dari waktu kebangkitan Yesus sampai dengan tahun 348 tidak ada berita atau informasi sedikitpun tentang kain kafan tersebut baik dari dokumen-dokumen Perjanjian Baru maupun dokumen sekuler. Sesuatu semacam missing link di dalam teori evolusi. Hal ini mengakibatkan kain kafan Turin menjadi sesuatu yang tidak jelas dan kurang meyakinkan.

Pada waktu kain kafan Turin berada pada keluarga Geoffrey de Charny pada tahun 1353, ada terjadi banyak pemalsuan setelah keluarga miskin Perancis Tengah tersebut memamerkan kain kafan itu kepada masyarakat luas. Ini menandakan bahwa kain kafan Turin mempunyai potensi wisata dan bisnis. Dengan kata lain, upaya memertahankan kain kafan tersebut sebagai benda sejarah hingga saat ini mungkin sangat subyektif karena ia berpotensi sebagai obyek wisata dan menghasilkan bisnis yang cukup besar.

Kebakaran di sakristi kapel pada tahun 1532 mungkin dapat memengaruhi kain atau gambar kain kafan Turin dan pada tahun 1534 suster-suster Klaris dinyatakan sudah memperbaiki kain kafan tersebut. Peristiwa ini juga dapat menimbulkan keraguan atau kecurigaan terhadap keaslian atau otentisitas dari kain kafan sebelumnya.

Selain dari sejarah kain kafan Turin, penelitian-penelitian terhadap kain kafan tersebut pun mengandung cukup banyak celah untuk diperdebatkan. Baca dan perhatikanlah penelitian-penelitian berikut di bawah ini sebelumnya.

Penelitian Kain Kafan Turin*
a. Pada tahun 1898 oleh seorang fotografer Italia bernama Secondo Pia meneliti kain kafan bermula dengan pembuatan foto kain kafan itu. Ia memperbesar negatifnya dan terkejut karena menemukan gambar positif dari wajah pada kain kafan itu, sebuah gambar yang jauh lebih jelas

b. Pada tahun 1900 seorang seniman Perancis dan ahli biologi, Paul Vignon, menetapkan bahwa kain kafan Turin bukanlah lukisan atau celupan dan menyatakan bahwa gambar itu diproyeksikan oleh sebuah tubuh manusia.

c. Pada tahun 1931 seseorang bernama Joseph Enrie membuat foto lagi atas kain kafan dengan hasil yang lebih jelas dan lengkap.

d. Paus Johannes Paulus II menginstruksikan agar kain kafan diselidiki secara ilmiah dengan test carbon 14 yang dikenal sebagai cara yang baik untuk menentukan umur dari barang purbakala. Test dilakukan oleh tiga Universitas (satu di Amerika, satu di Inggris dan satu di Swis) dan dikoordinasi oleh Direktur dari British Museum, Dr. Tite.

e. Pada tahun 1969 Uskup Agung Turin, Kardinal Pellegrino, membentuk suatu komisi penelitian untuk mempelajari lebih mendalam.

f. Pada tahun 1973 Prof. Gilbert Raes dari Universitas Gent diBelgium membuktikan bahwa benang dari kain kafan dipintal dengan tangan. Prof. Raes masih menyimpan sepotong dari kain kafan itu dan dikirim ke Universitas di California (Amerika Serikat) untuk diselidiki dengan test-Carbon-14. Hasilnya, kain kafan itu dibuat lebih kurang 200 tahun sebelum Yesus lahir.

g. Pada tahun 1973 tanggal 22 dan 23 November, Kain kafan dipertunjukkan di layar televisi untuk pertama kalinya. Giovanni Battista Judica-Cordiglia membuat foto baru kain kafan dengan teknik-teknik fotografi yang lebih maju.

h. Pada tahun 1976 Monsignor Giulio Ricci terpilih menjadi presiden Centro Romano di Sindonologia (Pusat Sindonologi Roma) dan dipandang sebagai seorang ahli terkemuka tentang kain kafan. Ia mengabdikan diri kepada penelitian kain kafan sejak tahun 1950 dan membuat foto-foto dari kain kafan untuk meneruskan penyelidikan-penyelidikannya.

i. Pada tahun 1976 team dari Amerika menyelidiki kain kafan. Hasil penyelidikan mereka dipelajari di Amerika oleh lebih dari 400 orang ahli sains. Mereka semua berpendapat, bahwa kain kafan bukan penipuan tetapi sungguh cetakan dari jenasah seorang yang disiksa seperti diceriterakan dalam Injil, dan bukan lukisan juga. Tidak ketemu kesalahan anatomis dan ilmu anatomi yang tepat baru berumur 150 tahun. Luka pada tangan Yesus ketemu pada pergelangan tangan, bukan ditengah-tengah tangan seperti lukisan-lukisan dari abad pertengahan. Luka pada lambung Yesus ketemu disebelah kanan bawah, bukan kiri atas seperli patung salib biasa.

j. Pada tahun 1978 terbentuk kelompok ilmuwan dari Amerika Serikat yang disebut Proyek Penelitian kain kafan Turin termasuk Kenneth Stevenson, seorang insinyur dan bekas perwira angkatan udara, dan Gary Habermas, seorang profesor sejarah dan filsafat. Penemuan Kenneth Stevenson dan Gary Habermas membuktikan bahwa kain kafan Turin ditenun di Timur Tengah dan sudah diproduksi 2000 tahun yang lalu, dan bahwa Kain kafan Turin itu pernah berada di Palestina, di Turki dan di kawasan Laut Tengah.

Dari penelitian-penelitian yang dilakukan, ada terdapat tuduhan di antara para peneliti yaitu Dr. Bruno Bonnet-Eymard terhadap Dr. Tite. Dr. Tite disebut sebagai pelaku penipuan dengan cara menukar potongan kain kafan dengan potongan kain lain yang diambil dari Korkap Santo Louis, Uskup dari Anjou pada abad ke-14. Diawali dengan pernyataan Dr. Bruno, maka test Cabon 14 diulang lagi dengan penjagaan ketat. Pada waktu yang sama, hasil penelitian yang diumumkan pada bulan Oktober yang melibatkan Dr. Tite, yang menyatakan bahwa kain kafan di Torino adalah berasal dari abad 14, dinilai sebagai hasil yang tidak valid atau palsu. Sesuatu yang kurang sedap didengar karena seorang peneliti mulai diragukan integritasnya bahkan oleh seseorang yang setara dengannya. Orang awam akan mengalami kesulitan untuk mempercayai peneliti yang mana yang harus mereka percayai dan mungkin pula peneliti-peneliti yang lain pun diragukan pula hasil penelitiannya.

Selain hal-hal tadi, kain kafan Turin juga tidak mendapat peneguhan atau konfirmasi dari rasul-rasul. Padahal, injil Yohanes pasal 17 ayat 10 mengatakan:”…Aku telah dipermuliakan di dalam mereka (para rasul).”. Kisah Para Rasul pasal 2 ayat 42 mengatakan:”…mereka (jemaat) bertekun dalam pengajaran rasul-rasul…” Efesus pasal 2 ayat 20 mengatakan:”…(jemaat)…dibangun di atas dasar para rasul...” Dengan kata lain, kain kafan Turin tidak dapat disebut sebagai kain kafan Yesus hanya dengan menggunakan carbon 14. Jika para rasul tidak mengkonfirmasi atau meneguhkannya di dalam tulisan atau dokumentasi dari mereka, maka tidak ada alasan yang cukup dan kuat untuk mengatakan “ya” kepada kain kafan Turin.

Kesimpulan saya, terbukti atau tidaknya kain kafan Turin tidak akan mempengaruhi iman Kristen. Dan selama Anda dan saya masih hidup di dunia ini, saya percaya, bahwa pasti selalu ada ruang di dalam diri Anda dan saya untuk “iman” kepadaNya.


Reference/ Related Links:
http://en.wikipedia.org/wiki/Shroud_of_Turin
* http://media.isnet.org/kristen/Kafan/Manusia.html

Copyright © 2009 by Naek @ NEVER MISSING QUIET TIME
http://www.nevermissingqt.blogspot.com/

Minggu, 06 Desember 2009

Yesus Kristus - KebangkitanNya

Bacaan: Matius 28:1-15

Banyak pendapat yang dapat dilontarkan tentang kebangkitan Yesus. Pendapat itu mungkin menyatakan bahwa Yesus tidak bangkit karena Ia tidak mati tetapi koma. Ada yang mungkin menyatakan bahwa Yesus tidak bangkit karena Ia tidak berada di kubur sejak diturunkan dari salib pada hari Jumat. Itulah sebabnya mengapa kubur kosong pada hari Minggu. Ada juga yang mungkin menyatakan bahwa kebangkitan Yesus hanyalah halusinasi murid-murid-Nya saja. Atau, yang mungkin menyatakan bahwa sebenarnya Yesus tidak bangkit tetapi apa yang tampak hanyalah bayangan yang sengaja Tuhan kirimkan. Sesuatu seperti roh gentayangan. Ada juga yang bilang bahwa Yesus tidak bangkit tetapi dicuri oleh murid-murid-Nya. Ada pula yang menyatakan bahwa Yesus tidak bangkit, Ia hanya digantikan oleh orang lain, dari awal sejak ditangkap, dianiaya, disalibkan sampai mati lalu dikuburkan. Dari pendapat-pendapat tadi tentu saja tidak semuanya dapat menjadi benar secara bersamaan.

Mari pelajari apa jawab alkitab tentang pendapat-pendapat tersebut.
1. Yesus tidak bangkit karena Ia tidak mati tetapi koma
Penyaliban adalah tuntas. Orang yang disalibkan pasti mati. Kalau tidak, tidak akan diturunkan apalagi dikuburkan. Injil mencatat bahwa prajurit Roma menusuk tubuh Yesus dengan tombak sehingga mengeluarkan darah dan air. Katakan saja Yesus koma waktu itu. Pertanyaannya, apakah orang yang koma punya cukup energi untuk bangun, berdiri kemudian membuka pintu kubur yang di “seal”. Menghadapi prajurit-prajurit penjaga kubur. Mungkin bertinju dengan mereka. Setelah itu berjalan sekian jauh jaraknya dari pekuburan menuju ke kota. Bukankah tubuh Yesus bersimbah darah karena dicambuk, dipukul, dimahkotai duri, tergantung di kayu salib selama enam jam, dan ditombak. Ingat juga bahwa sejak berdoa di taman Getsemani Ia tidak tidur, dibawa ke sana sini, dari persidangan yang satu ke persidangan yang lain, memikul salib, tidak makan dan minum. Apakah seorang yang koma dapat melakukan hal-hal semacam itu, apalagi tanpa bantuan atau pertolongan medis?

2. Yesus tidak bangkit karena sejak awal yaitu Jumat malam Ia memang tidak ada dikubur itu.
Pendapat ini juga mempunyai kelemahan yang sangat jelas. Mengapa? Karena jika demikian, begitu bodohnya kah para petinggi Yahudi dan pemerintah Roma menyegel kuburan yang tidak ada isinya. Apalagi menempatkan prajurit-prajurit untuk menjaga atau berjaga-jaga di tempat itu.

3. Yesus tidak bangkit. Itu adalah halusinasi murid-murid-Nya saja.
Pendapat ini pun tidak benar karena setelah bangkit Yesus bertemu dengan rasul-rasul dan kepada lebih kurang 500 murid-Nya. Masakan 500 orang itu mengalami halusinasi pada waktu dan tempat yang sama?

4. Yesus tidak bangkit. Itu bayangan saja. Sesuatu seperti roh gentayangan dari Tuhan.
Ini bukan ciri khas atau kebiasaan Tuhan. Ia bukan pribadi yang licik, suka berbohong atau manipulatif dengan mengatakan bahwa Ia bangkit padahal tidak. Hanya bayangan. Sesuatu seperti roh gentayangan.

5. Yesus tidak bangkit. Ia dicuri murid-murid-Nya.
Ini juga tidak benar. Murid-murid-Nya tidak seperti itu. Ketika Yesus ditangkap di taman Getsemani, murid-murid-Nya lari terbirit-birit. Petrus yang mengadakan perlawanan pada awalnya, akhirnya mengendap-endap di balik pepohonan dan kerumunan orang-orang bahkan menyangkal Yesus dan bersumpah bahwa ia tidak mengenal Dia.

Setelah Yesus mati, murid-murid-Nya kembali bekerja seperti dulu. Menjadi nelayan. Menangkap ikan di laut. Reaksi semacam itu sangat bertentangan dengan “mencuri Yesus dari kubur”. Tidak ada indikasi bahwa mereka menentang atau mengadakan perlawanan terhadap para petinggi agama Yahudi dan pemerintah Romawi. Melainkan pasrah kepada keadaan, kecewa, putus asa, dan mengasihani diri. Itulah sebabnya mengapa mereka kembali bekerja sebagai nelayan dan menangkap ikan.

6. Yesus tidak bangkit. Ia digantikan oleh orang lain sejak penangkapan atau sejak penyaliban sampai kematian.
Ini pun tidak benar. Siapa orang yang mau melakukan hal itu? Menggantikan Yesus disalib dan mati? Adakah orang yang lebih baik daripada-Nya? Seorang yang tampil secara tiba-tiba menggantikan Dia? Apakah Yesus mau digantikan seperti itu? Mengorbankan orang lain demi diri sendiri? Sangat jelas bahwa Yesus tidak mencirikan sifat atau karakteristik yang seperti itu. Alkitab berkata bahwa Yesus bukan saja tidak berbohong atau berdusta tetapi Ia adalah kudus dan tidak berdosa sama sekali. Berulangkali bahkan setan atau roh-roh jahat sekalipun menyebutNya sebagai Yang Kudus dari Allah (band. Luk 5:34). Jika setan atau roh-roh jahat saja menyebutNya demikian, apalagi kita, bukan?

Ada terdapat sejumlah alasan yang alkitabiah mengapa hal kebangkitan Yesus adalah benar. Yang pertama adalah bahwa hal itu telah dinubuatkan dan tertulis di dalam Kitab Suci. Di Lukas pasal 24 ayat 27 disebutkan bahwa Yesus menjelaskan kepada dua orang muridNya di tengah perjalanan ke Emaus apa yang tertulis tentang Dia di dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi.

Alasan yang kedua adalah bahwa Ia kudus dan tidak berdosa sehingga maut tidak dapat menguasai atau mengalahkan Dia. Roma pasal 6 ayat 23 mengatakan bahwa upah dosa adalah maut. Dengan kata lain, maut atau kematian hanya dapat menang terhadap dosa tetapi tidak terhadap yang kudus dan tidak berdosa. Oleh sebab itu, manusia yang berdosa butuh penebusan atau pengampunan. Mereka membutuhkan Kristus tetapi sebaliknya Kristus tidak membutuhkannya. Mengapa? Sekali lagi, karena Ia kudus dan tidak berdosa. Di Yohanes pasal 8 ayat 46, Yesus berkata:”Siapakah di antaramu yang membuktikan bahwa Aku berbuat dosa? Apabila Aku mengatakan kebenaran, mengapakah kamu tidak percaya kepada-Ku?” Ayat-ayat yang lain yaitu Ibrani pasal 7 ayat 26, 1 Petrus pasal 2 ayat 22, dn 1 Yohanes pasal 3 ayat 5 juga menyatakan hal yang sama yaitu bahwa Yesus tidak berdosa. Ia adalah Imam Besar yang saleh, tanpa salah dan noda.

Alasan yang ketiga adalah bahwa Ia adalah Anak Allah yang Maha Tinggi (band. Lukas 1:32, 35). Dengan kata lain, tidak ada kekuatan atau kuasa yang lebih tinggi baik di dunia, di sorga atau pun di neraka dibandingkan dengan Dia. Itulah sebabnya mengapa Ia bangkit dan tidak dapat dikalahkan oleh kekuatan apapun atau kuasa manapun.

Kesimpulannya, Yesus adalah benar telah bangkit dari mati. Ia menunjukkan bekas luka ditangan-Nya kepada murid-murid-Nya. Ia bertemu dengan mereka, makan bersama-sama, berbincang-bincang, mengajarkan atau menjelaskan Kitab Suci dan terangkat ke Sorga. Ia tidak koma, tidak dicuri, tidak gentayangan, dan tidak digantikan melainkan bangkit seperti yang dijanjikan oleh Kitab Suci. Yesus sendiri pernah berkata, “Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.”

Jadi, jika Anda percaya bahwa Yesus Kristus adalah benar telah bangkit, Roma pasal 10 ayat 9 mengatakan:”Akuilah dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percayalah dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan."


(direvisi dari artikel NMQT "Kebenaran tentang Kebangkitan Yesus" tanggal 11 April 2009)



Copyright (c) 2009 by Naek @ NEVER MISSING QUIET TIME
http://www.nevermissingqt.blogspot.com/

Kamis, 03 Desember 2009

Yesus Kristus - Study dan Sikap terhadap Dia

The Jesus Seminar adalah sekelompok orang yang mencoba menemukan dan melaporkan konsensus ilmiah mengenai keaslian peristiwa sejarah dan perkataan yang diucapkan Yesus dalam Injil. Dari hasil penemuan dan laporan tersebut, mereka kemudian menarik kesimpulan tentang profil individu Yesus.

The Jesus Seminar identik dengan sekelompok orang Kristen liberal yang berjumlah sekitar 150 orang anggota yang terdiri dari sarjana dengan gelar studi-studi Alkitab, agama atau bidang-bidang terkait serta penulis yang terkenal dalam bidang agama, yang didirikan pada tahun 1985 oleh almarhum Robert Funk dan John Dominic Crossan di bawah naungan Westar Institute.

Meskipun The Jesus Seminar tampaknya terdiri dari orang-orang yang terpelajar dan berpendidikan, tetapi, setelah saya membaca dan memperoleh informasi tentang The Jesus Seminar, saya menemukan kejanggalan-kejanggalan mengenai penilaian, cara atau upaya yang mereka lakukan. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

Yang pertama, The Jesus Seminar menganggap bahwa Injil Thomas adalah tulisan atau naskah yang otentik. Hal ini sangat bertentangan dengan kanonisasi yang telah dilakukan pada abad kedua dan ketiga yang tidak pernah menyertakan Injil Thomas ke dalam kanon Alkitab. Dengan kata lain, Injil Thomas yang meskipun menggunakan nama rasul, besar kemungkinannya dinilai oleh Bapa-Bapa Gereja sebagai tulisan yang tidak berasal dari rasul Thomas.

Ada terdapat dua kriteria penting dalam menentukan kanon Alkitab yaitu yang pertama adalah bahwa tulisan tersebut adalah berasal dari para rasul, dan yang kedua adalah bahwa tulisan-tulisan tersebut dipakai di gereja-gereja pada masa pra-kanonisasi ataupun pasca kanonisasi..

Yang kedua adalah bahwa penilaian otentik atau tidaknya naskah tersebut mereka dasarkan atas voting atau pemungutan suara dari anggota-anggota The Jesus Seminar. Dari hasil voting atau pemungutan suara tersebut maka mereka menerbitkan temuan-temuan berupa buku-buku seperti: "The Five Gospels: The Search for the Authentic Words of Jesus," dan "The Acts of Jesus: The Search for the Authentic Deeds." Cara atau upaya ini adalah sangat tidak obyektif dan tidak ilmiah sebagaimana yang mereka canangkan atau cita-citakan. Di samping itu, cara atau upaya semacam itu besar kemungkinannya juga akan mengurangi tulisan dan pesan firman Tuhan. Wahyu pasal 22 ayat 19 mengatakan:”…jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini.” Dengan kata lain, mengurangi perkataan atau firman Tuhan bukan saja salah tetapi juga sangat berbahaya bagi orang yang melakukannya. Lagipula, kebenaran atau ke-otentikan firman tidak ditentukan atau dipengaruhi oleh jumlah suara terbanyak atau mayoritas.

Yang ketiga, The Jesus Seminar tidak menggunakan bukti di dalam pertimbangan, penilaian, kesimpulan, dan keputusannya, melainkan dengan asumsi. Kelompok tersebut berasumsi bahwa ke-empat kitab Injil ditulis setelah tahun 70 M yaitu setelah Bait Allah dihancurkan. Dengan demikian, mereka menyatakan bahwa nubuat Yesus yang menyatakan Bait Allah akan runtuh atau hancur hanyalah merupakan rekayasa dari orang-orang tertentu atau yang mempunyai kepentingan tertentu saja.

Yang keempat, The Jesus Seminar tidak menghormati dan menjunjung tinggi “iman” yang dihasilkan dari atau oleh tulisan atau naskah Alkitab. Roma pasal 10 ayat 17 – “iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.” Ibrani pasal 11 ayat 6 berkata:”…tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah…” Dengan kata lain, The Jesus Seminar mengabaikan unsur iman. Mereka menyatakan bahwa tidak ada supranatural di dunia ini. Segala sesuatu yang terjadi memiliki penyebab alami.

Yang kelima, The Jesus Seminar bersikap prejudis dan tidak fair di dalam penilaiannya. Mereka menganggap Injil adalah palsu atau bohong sampai ia terbukti benar. Ini sangat menyedihkan karena sikap seperti ini sesungguhnya adalah sikap yang salah dalam mencari Tuhan dan kebenaranNya. The Jesus Seminar seolah-oleh mendudukkan Injil atau Alkitab di kursi terdakwa dan menganggapnya sebagai tersangka. Padahal, semestinya orang-orang yang mencari kebenaran firman Tuhan haruslah dengan sikap yang sungguh-sungguh, tulus, rendah hati, dan takut akan Tuhan. (band. Kis 8, 10, 17; Yer 29:13).

Yang ke-enam, para anggota The Jesus Seminar percaya tentang adanya dokumen Q yang kemungkinan besar terdiri dari suatu kumpulan ucapan-ucapan Yesus dan dianggap menjadi sumber tekstual dari Injil Matius dan Injil Lukas yang hilang. Ini adalah sesuatu yang lucu. Di satu sisi mereka adalah orang yang tampaknya sangat sukar untuk percaya tanpa bukti tetapi di sisi lain mereka dapat percaya dan yakin dengan sesuatu yang tidak ada buktinya. Dokumen Q adalah sebuah dokumen yang tidak ada buktinya bahwa ia pernah pernah ada. Sementara dokumen Perjanjian Baru terbukti berisi ribuan salinan kuno yang hampir identik. Tulisan-tulisan tersebut tidak ada bandingnya ditinjau dari jumlah salinannya. Bahkan, tulisan-tulisan Plato pun hanya berjumlah 7 (tujuh) salinan saja. Dengan kata lain, Perjanjian Baru semestinya dinilai sebagai tulisan yang jauh lebih dapat diandalkan.

Yang ketujuh, para anggota The Jesus Seminar menyatakan bahwa Yesus tidak dinilai sebagai Allah di masa hidupNya tetapi didewakan di abad setelahnya. Tidak heran mereka menyatakan demikian karena sebelumnya mereka sudah menolak Alkitab dengan menilainya sebagai tulisan yang palsu atau bohong. Tetapi, satu hal yang sangat lucu dan menarik adalah apa yang terdapat di Lukas pasal 4 ayat 34. Di sana dicatat bahwa setan atau roh jahat saja menyebut Yesus sebagai Yang Kudus dari Allah. Dengan kata lain, berdasarkan ayat tersebut, maka itu berarti bahwa The Jesus Seminar lebih buruk theology atau christology-nya dibandingkan dengan setan atau roh jahat.

Di 2 Petrus pasal 1 ayat 20 sampai 21, rasul Petrus berkata:”…bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri sebab tidak pernah nubuat dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.” Di 1 Tesalonika pasal 5 ayat 20 rasul Paulus berkata:”…janganlah anggap rendah nubuat-nubuat.” dan di Galatia pasal 1 ayat 8 rasul Paulus juga berkata:”…sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia.” Dengan kata lain, manusia semestinya jangan menganggap rendah firman Tuhan, jangan salah memperlakukannya dan jangan menganggap diri lebih tinggi daripadanya, bahkan malaikat pun jangan.

The Jesus Seminar adalah salah satu contoh tentang orang-orang yang menerjemahkan Alkitab dengan cara dan sikap yang salah. Mereka mempelajari Alkitab dengan sikap yang sombong, prejudis, tidak hormat, dan tidak takut akan Tuhan.

Baca dan perhatikanlah gambaran, profil atau model orang-orang yang mencari kebenaran firmanNya dengan sikap yang benar. Bandingkanlah dengan sikap The Jesus Seminar, maka Anda akan menemukan perbedaan yang sangat besar, jelas dan nyata di antara mereka. Di Kisah Para Rasul pasal 8 tercatat tentang seorang sida-sida dari Ethiophia yang tulus dan rendah hati mencari Tuhan dan kebenaranNya dan Tuhan menolongnya dengan mengutus Filipus untuk menjelaskan firman Tuhan kepadanya. Di Kisah Para Rasul pasal 10 tercatat tentang seorang perwira bernama Kornelius yang tekun dan setia mencari Tuhan dan Tuhan mengutus rasul Petrus untuk datang ke rumahnya. Di Kisah Para Rasul pasal 17 tercatat tentang orang-orang Berea yang menguji ajaran, perkataan, atau pendapat orang lain terhadap Alkitab bukan sebaliknya menguji Alkitab dengan cara voting. Dengan kata lain, mereka percaya kepada Alkitab dan memposisikannya sebagai tulisan yang otoritatif. Tetapi, berbeda halnya dengan yang terdapat di Kisah Para Rasul pasal 9, di sana tercatat tentang seorang agamawan yang terpelajar, terpandang, terkenal, dan terhormat yang bernama Saulus. Ia ditemui Yesus saat sedang menganiaya Dia (JemaatNya). Semoga The Jesus Seminar pun demikian, seperti Saulus yang akhirnya sadar, bertobat dan memuliakan Tuhan dengan dahsyat dan luar biasa.


Related Links:
http://en.wikipedia.org/wiki/Jesus_Seminar


Copyright © 2009 by Naek @ NEVER MISSING QUIET TIME
http://www.nevermissingqt.blogspot.com/

Selasa, 01 Desember 2009

B'rikanku Hati S'perti...



Singer: Pierre Jacobs
Song by Pierre Jacobs
Lyrics by Tuberta Lase
Copyright (c) 2009 by Berean Recording

Minggu, 29 November 2009

Yesus Kristus – Bukti SejarahNya

Dunia mempunyai bukti-bukti sejarah tentang keberadaan Yesus. Bukti-bukti tersebut adalah berupa dokumen-dokumen sejarah, baik yang berasal dari dokumen Kristen maupun yang berasal dari dunia sekuler. Selain itu ada juga peninggalan berupa catatan sejarah tentang rasul-rasul dan pengikut-pengikutNya yang setia. Lebih dari sekadar percaya dan mengikut Dia, mereka juga bahkan rela kehilangan nyawa mereka demi mengikut Yesus. Timbul pertanyaan, apakah mereka melakukan semua itu demi seseorang yang tidak ada di dalam sejarah, yang tidak real, atau tidak nyata?

Meskipun demikian, ada saja orang-orang yang masih berpendapat bahwa Kristus bukanlah orang yang nyata yang ada di dalam sejarah melainkan kisah yang diceritakan tentang diriNya di dalam Alkitab adalah tidak benar. Sebagian orang berpendapat atau mempunyai ide bahwa para rasul mungkin telah berbohong tentang Kristus dan kebangkitanNya. Tetapi, ide itu sukar diterima, karena, sekali lagi, banyak dari para rasul mati untuk iman mereka, dan tidak ada yang mati untuk apa yang mereka ketahui sebagai dusta. Ide yang lain lagi menyarankan bahwa para rasul mungkin telah ditipu dan hanya memikirkan Kristus yang dibangkitkan. Pertanyaannya, bagaimana penipuan dapat terjadi kepada dua belas rasul sekaligus? Dan, bagaimana tipuan atau kebohongan dapat mempengaruhi dunia hingga saat ini tanpa terbukti secara jelas dan nyata bahwa mereka salah atau ditipu?

Ajaran, iman dan keyakinan Kristen sendiri sangat tegas dan serius terhadap dosa kebohongan atau dusta. Di samping itu, rasul-rasul tersebut juga adalah orang-orang Yahudi yang sebelum menjadi pengikut Yesus sudah menganut keyakinan bahwa dusta atau kebohongan itu adalah dosa Di kitab Kisah Para Rasul pasal 5 disebutkan bahwa Ananias dan Safira meninggal seketika karena dusta dan kebohongan mereka. Bukan oleh rasul atau jemaat tetapi oleh Tuhan. Peristiwa itu semakin membuat jemaat semakin takut akan Tuhan.

Ada terdapat 4 (empat) alasan mengapa saya percaya bahwa “Yesus Kristus” bukanlah sebuah cerita dongeng atau legenda. Alasan yang pertama adalah nubuat-nubuat dan penggenapan tentang Yesus Kristus. Nubuat-nubuat tersebut sangat banyak jumlahnya dan terdapat di seluruh kitab Perjanjian Lama yang ditulis di dalam masa atau kurun waktu yang panjang dan berbeda-beda oleh nabi-nabi yang berbeda pula. Nubuat-nubuat tersebut sangat lengkap, rinci, detil, dan spesifik. Mulai dari kelahiranNya, bahwa Ia akan lahir dari seorang perawan, bahwa Ia akan dikandung oleh Roh Kudus, lahir di kota yang kecil bernama di Betlehem, pindah ke Mesir, kembali ke Nazaret. Tentang silsilahNya, bahwa Ia akan lahir dari keturunan Abraham, dari suku Yehuda, dari keturunan Isai, dan dari keturunan Daud. Tentang ajaranNya, bahwa Ia akan disebut sebagai Penasihat Ajaib, bahwa Ia juga akan menyampaikan ajaran-ajaranNya dengan perumpamaan-perumpamaan. Tentang kuasa dan mujizat yang akan dilakukanNya, bahwa Ia akan menyembuhkan orang lumpuh, buta, tuli, dan sebagainya. Tentang salib dan kematianNya, bahwa Ia akan dikhianati dan ditinggalkan, bahwa Ia akan diam selama di pengadilan, bahwa Ia akan berseru “AllahKu, AllahKu, mengapa Engkau meninggalkan Aku!”, bahwa kakiNya tidak akan dipatahkan, bahwa Ia akan dikuburkan di dalam makam kepunyaan orang kaya. Dan kemudian tentang kebangkitanNya, yaitu bahwa Ia akan bangkit pada hari yang ketiga. Tidak ada dongeng atau legenda yang seperti ini, yang mempunyai nubuat-nubuat yang rinci, detil, spesifik dan lengkap dari kelahiran, kematian sampai dengan kebangkitan.

Alasan yang kedua adalah perkataan dan ajaranNya. Perkataan dan ajaran Yesus sangat menakjubkan banyak orang. Ia sendiri pernah menjawab orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat dengan berkata bahwa Ia adalah lebih besar dari Salomo. Dengan kata lain, jika Salomo dengan segala hikmat yang diberikan oleh Tuhan kepadaNya menjadi sangat masyhur dan terkenal apalagi Yesus. Perkataan atau ajaran Yesus bukan merupakan tiruan atau turunan dari guru-guru atau rabi-rabi yang ada atau lahir sebelum Dia melainkan yang baru yang belum atau tidak pernah diajarkan oleh manusia di sepanjang zaman. Yesus tidak pernah belajar dan diajar oleh manusia tetapi dari dan oleh BapaNya yang di Sorga. Itulah sebabnya mengapa ajaran Yesus terdengar atau dirasakan seperti sesuatu yang baru, yang berasal dari Sorga, out of the box, ilahi, dan rohani. Perkataan dan ajaran Yesus tidak basi, tidak lekang oleh waktu, dari dulu, sekarang dan masa yang akan datang, dan sampai selama-lamanya.

Alasan yang ketiga adalah adanya catatan sejarah berupa dokumen Kristen dan sekuler. Berikut di bawah ini adalah sejumlah catatan atau dokumen-dokumen tersebut:
1. Perjanjian Baru yang telah terbukti menjadi dokumen sejarah yang dapat diandalkan. Ada lebih dari 26.000 salinan Perjanjian Baru yang ada, lebih dari dokumen sejarah lainnya.

2. The Iliad adalah berikutnya dengan 643 eksemplar dan kemudian tulisan-tulisan Plato yang berjumlah tujuh eksemplar.

3. Clement dari Roma yang disebutkan dalam Kitab Roma juga mengenal Yohanes.

4. Ignatius, murid Yohanes, menulis sekitar 110 M dan dia menyebut Yesus sebagai penyelamat.

5. Polikarpus juga murid Yohanes dan ia adalah otoritas Kristus sampai 156 Masehi. Dia juga menyebut Yesus Tuhan.

6. Papyus, murid-murid Yohanes yang lain, hidup sampai sekitar 140 M. Dia telah berbicara dengan para penulis Injil.

7. Eusebius menulis pada tahun 350 M bahwa Papyus menyatakan bahwa Markus mendapatkan Injil dari Petrus.

8. Thallus, seorang penulis sekuler, yang menulis pada tahun 52 M, mencoba menjelaskan alasan mengapa ada kegelapan selama penyaliban Kristus.

9. Penulis Seutonius berbicara tentang Kristus dan mengacu kepada penganiayaan terhadap umat Kristen pada waktu itu.

10. Pliny Muda, yang tinggal sekitar 63-113 Masehi menulis tentang pertemuan orang Kristen pada hari yang tetap dalam seminggu dan bahwa mereka menyanyikan lagu-lagu pujian kepada Kristus seolah-olah ia adalah Tuhan.

11. Kaisar Trajan, yang adalah kaisar Roma antara tahun 98 dan 117 Masehi, menulis kepada Pliny Muda dan menyuruhnya untuk tidak menganiaya orang-orang Kristen, melainkan memberi mereka proses dan kesempatan untuk mencabut iman mereka.

12. Kaisar Hadrianus, yang merupakan Kaisar antara 118 dan 138 Masehi, juga menyatakan bahwa orang Kristen harus dibebaskan jika mereka memilih untuk menyangkal Kristus.

13. Josephus sejarawan Yahudi abad pertama adalah seorang penulis yang mendokumentasikan kegiatan penting pada zamannya. Dia juga menulis tentang Kristus. Bahwa Kristus adalah orang bijak, seorang pelaku karya yang indah, seorang guru dari orang-orang yang menerima kebenaran dengan senang hati. Ia menarik banyak orang baik orang Yahudi maupun juga bangsa-bangsa yang lain. Ia ditangkap, diadili oleh Pilatus, disalib, mati dan hidup kembali pada hari ketiga.

Alasan yang keempat adalah pengaruhNya. Bapa-Bapa Gereja yang pertama seperti Ignatius, Polikarpus, Papyus, dan lain-lain adalah murid-murid dari para rasul. Sejarah mencatat penganiayaan terhadap mereka dan murid-murid yang lain oleh kaisar Nero.*) Salah satu kisah yang sangat terkenal, yang mengharukan dan menggetarkan jiwa adalah kisah penganiayaan terhadap Polikarpus, seorang uskup berusia 87 tahun yang berasal dari gereja Smirna (sekarang di daerah Izmir di Turki) sekitar tahun 155–167 Masehi. Ia ditikam dan mati sebagai syahid setelah usaha untuk membakarnya hidup-hidup pada tiang pancang mengalami kegagalan. Ia berkata:”Selama delapan puluh enam tahun aku telah mengabdi kepada Kristus dan Ia tidak pernah menyakitiku. Bagaimana aku dapat mencaci Kristus yang telah menyelamatkanku?" Polikarpus sangat setia dan teguh mengasihi Yesus.

Ini adalah tanda atau bukti betapa besarnya pengaruh Yesus Kristus kepada orang-orang Kristen, mulai dari rasul-rasul, murid-murid dari rasul-rasul, generasi setelahnya dan selanjutnya hingga saat ini. Yesus Kristus bukan saja terkenal di dunia rohani tetapi juga di dunia musik, sastra, dan ilmu pengetahuan. NamaNya paling banyak disebutkan di dalam buku, puisi, lagu dan ilmu pengetahuan. Agama-agama yang lain seperti Bahai, Budha, Hindu, Islam, dan lain-lain juga menilaiNya sebagai pribadi yang tidak biasa. Ada yang memandangNya sebagai nabi, guru yang hebat, yang bijaksana, mulia dan terhormat, meskipun tidak menyebutNya sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Penolakan terhadap Yesus Kristus dengan menyatakan bahwa Ia hanyalah dongeng atau legenda yang tidak nyata dan tidak pernah ada adalah sesuatu yang sangat fatal. Mengapa? Karena dengan menyatakan demikian itu juga berarti menyatakan bahwa dunia termasuk agama-agama yang saya sebutkan tadi telah hidup dengan ilusi dan kebohongan tentang keberadaan Yesus di dalam sejarah selama ribuan tahun. Mungkinkah demikian?


Related Links:
1. http://en.wikipedia.org/wiki/Jesus
2. http://en.wikipedia.org/wiki/Historical_Jesus
3. http://en.wikipedia.org/wiki/Historicity_of_Jesus
4. http://en.wikipedia.org/wiki/Jesus-myth_hypothesis

*) Penganiayaan juga terjadi pada pemerintahan Marcus Aurelius, 166–167 Masehi. Namun, sebuah catatan yang ditambahkan setelah masa Eusebius menuliskan kematian Polikarpus pada Sabtu, 23 Februari pada masa pemerintahan konsul Statius Quadratus yang berkuasa pada 155 atau 156 Masehi.

Copyright © 2009 by Naek @ NEVER MISSING QUIET TIME
http://www.nevermissingqt.blogspot.com/



Selamat menyambut Hari Natal 25 Desember 2009!

Jumat, 27 November 2009

Christmas Day



Singers: Michael Wijaya, Pierre Jacobs & Joe Tobing
Song by Pierre Jacobs
Lyrics by Pierre Jacobs & Joe Tobing
Copyright (c) 2008 by Berean Recording

Order Now!

Price: Rp. 50.000,- - 50% Discount Christmas Special
(Apply only in Indonesia and valid before 12/12/09)

Only @ BEREAN CORNER (021 300 15 792)