Senin, 20 April 2009

Nusantara Conference, Medan, Sat 18, 2009



IN ALL SEASONS
Lyrics by Vania Salim
Song by Rita Maspaitella


I sing You praises in all seasons
You are marvelous and holy
You are my strength, my rock of salvation
I want to worship You forever

I exalt your name in all the earth
You are majestic, full of glory
Died on the cross and conquered death
Gave me life and made me holy

Lord my God, you are my only reason
You reign forever majestic and holy
You are faithful in all the seasons
You are awesome in all glory
I want to worship You forever more
You are my sanctuary
You are my hiding place


MATAKU TELAH MELIHAT KEMULIAAN
Lirik oleh Rita Maspaitella
Vokal oleh Ria Warna dan Boy Clement


Sukacita tiada terbilang, melihat kerjaMu sungguh nyata
Kemilau jiwa-jiwa, yang t'lah Kau anugrahkan
Mataku tlah melihat kemuliaan

Waktu berjalan tanpa terasa, air mata keringat bercucuran
Tapi kuasaMu nyata, janjiMu Kau genapkan
Mataku tlah melihat kemuliaan

Reff:
PujiHu Tuhan, nusantara Kau layakkan
SyukurHu Tuhan, nyata sungguh janjiMu
Oh Tuhan biarlah api ini terus berkobar
Mataku tlah melihat kemuliaan

FirmanMu yang tlah ditaburkan, biji sesawi kecil jadi besar
Manusia meremehkan, tapi Tuhan berkuasa
Mataku tlah melihat kemuliaan

Angkat hatimu hai saudaraku, lihat kuasa Tuhan selalu bekerja
Biar badai menentang, Dia takkan tinggalkanmu
Mataku tlah melihat kemuliaan

Songs taken from IN ALL SEASONS music album
Produced by SONG OF SANCTUARY

Nusantara Conference, Medan, Fri 17, 2009



SELIDIKI HATIKU
Lagu oleh Rita Maspaitella
Vokal oleh Karina


Kau mencari lebih dalam
Lebih dalam dari sebuah lagu
Lebih dalam dari barisan puisi
Kau mencari hatiku

Kau mencari lebih dalam
Lebih dalam dari segala hikmat
Lebih dalam dari segala pengetahuan
Kau mencari hatiku

Selidiki dan kenal hatiku
Ujilah dan kenal pikiranku
Lihatlah apa jalanku salah
Tuntun aku dijalan yang kekal

Kau mencari lebih dalam
Lebih dalam dari segala kekuatan
Lebih dalam dari sgala kekayaan
Kau mencari hatiku

Tuntun aku Tuhan di jalan yang benar (3x)
Lihat hatiku apa jalanku benar

(Lyrics by Rita Maspaitella, inspired by Psalm 139:23-24.
When I (Rita) feel very tired in my trials and struggles. God wants my heart)


Songs taken from IN ALL SEASONS music album
Produced by SONG OF SANCTUARY




Minggu, 12 April 2009

BROTHERS IN CHRIST



Song & Lyrics by Pierre Jacobs
Produced by BEREAN PUBLICATION HOUSE


Special EASTER Price: @ 20.000,- IDR per CD

Valid until April 30, 2009

Get Now only at BEREAN CORNER

SMS:021 32726785 or E-mail: letters.berean@gmail.com

Sabtu, 11 April 2009

KEBENARAN TENTANG KEBANGKITAN YESUS


Bacaan: Matius 28:1-15

28:1 Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu.
28:2 Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya.
28:3 Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju.
28:4 Dan penjaga-penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati.
28:5 Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: "Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu.
28:6 Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring.
28:7 Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu."
28:8 Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus.
28:9 Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: "Salam bagimu." Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya.
28:10 Maka kata Yesus kepada mereka: "Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku."
28:11 Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.
28:12 Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu
28:13 dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.
28:14 Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."
28:15 Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini.

Banyak pendapat yang dapat dilontarkan tentang kebangkitan Yesus. Pendapat itu mungkin menyatakan bahwa Yesus tidak bangkit karena Ia tidak mati tetapi koma. Ada yang mungkin menyatakan bahwa Yesus tidak bangkit karena Ia tidak berada di kubur sejak diturunkan dari salib pada hari Jumat. Itulah sebabnya mengapa kubur kosong pada hari Minggu. Ada juga yang mungkin menyatakan bahwa kebangkitan Yesus hanyalah halusinasi murid-murid-Nya saja. Atau, yang mungkin menyatakan bahwa sebenarnya Yesus tidak bangkit tetapi apa yang tampak hanyalah bayangan yang sengaja Tuhan kirimkan. Sesuatu seperti roh gentayangan. Ada juga yang bilang bahwa Yesus tidak bangkit tetapi dicuri oleh murid-murid-Nya. Ada pula yang menyatakan bahwa Yesus tidak bangkit, Ia hanya digantikan oleh orang lain, dari awal sejak ditangkap, dianiaya, disalibkan sampai mati lalu dikuburkan.

Mari pelajari apakah pendapat-pendapat ini benar atau salah.
1. Yesus tidak bangkit karena Ia tidak mati tetapi koma.
Penyaliban adalah tuntas. Orang yang disalibkan pasti mati. Kalau tidak, tidak akan diturunkan apalagi dikuburkan. Injil mencatat bahwa prajurit Roma menusuk tubuh Yesus dengan tombak sehingga mengeluarkan darah dan air. Katakan saja Yesus koma waktu itu. Pertanyaannya, apakah orang yang koma punya cukup energi untuk bangun, berdiri kemudian membuka pintu kubur yang di “seal”. Menghadapi prajurit-prajurit penjaga kubur. Mungkin bertinju dengan mereka. Setelah itu berjalan sekian jauh jaraknya dari pekuburan menuju ke kota. Bukankah tubuh Yesus bersimbah darah karena dicambuk, dipukul, dimahkotai duri, tergantung di kayu salib selama enam jam, dan ditombak. Ingat juga bahwa sejak berdoa di taman Getsemani Ia tidak tidur, dibawa ke sana sini, dari persidangan yang satu ke persidangan yang lain, memikul salib, tidak makan dan minum. Apakah seorang yang koma dapat melakukan hal-hal semacam itu, apalagi tanpa bantuan atau pertolongan medis?

2. Yesus tidak bangkit karena sejak awal yaitu Jumat malam Ia memang tidak ada dikubur itu.
Pendapat ini juga mempunyai kelemahan yang sangat jelas. Mengapa? Karena jika demikian, begitu bodohnya kah para petinggi Yahudi dan pemerintah Roma menyegel kuburan yang tidak ada isinya. Apalagi menempatkan prajurit-prajurit untuk menjaga atau berjaga-jaga di tempat itu.

3. Yesus tidak bangkit. Itu adalah halusinasi murid-murid-Nya saja.
Pendapat ini pun tidak benar karena setelah bangkit Yesus bertemu dengan rasul-rasul dan kepada lebih kurang 500 murid-Nya. Masakan 500 orang itu mengalami halusinasi pada waktu dan tempat yang sama?

4. Yesus tidak bangkit. Itu bayangan saja. Sesuatu seperti roh gentayangan dari Tuhan.
Ini bukan ciri khas atau kebiasaan Tuhan. Ia bukan pribadi yang licik, suka berbohong atau manipulatif dengan mengatakan bahwa Ia bangkit padahal tidak. Hanya bayangan. Sesuatu seperti roh gentayangan.

5. Yesus tidak bangkit. Ia dicuri murid-murid-Nya.
Ini juga tidak benar. Murid-murid-Nya tidak seperti itu. Ketika Yesus ditangkap di taman Getsemani, murid-murid-Nya lari terbirit-birit. Petrus yang mengadakan perlawanan pada awalnya, akhirnya mengendap-endap di balik pepohonan dan kerumunan orang-orang bahkan menyangkal Yesus dan bersumpah bahwa ia tidak mengenal Dia.

Setelah Yesus mati, murid-murid-Nya kembali bekerja seperti dulu. Menjadi nelayan. Menangkap ikan di laut. Reaksi semacam itu sangat bertentangan dengan “mencuri Yesus dari kubur”. Tidak ada indikasi bahwa mereka menentang atau mengadakan perlawanan terhadap para petinggi agama Yahudi dan pemerintah Romawi. Melainkan pasrah kepada keadaan, kecewa, putus asa, dan mengasihani diri. Itulah sebabnya mengapa mereka kembali bekerja sebagai nelayan dan menangkap ikan.

6. Yesus tidak bangkit. Ia digantikan oleh orang lain sejak penangkapan atau sejak penyaliban sampai kematian.
Ini pun tidak benar. Siapa orang yang mau melakukan hal itu? Menggantikan Yesus disalib dan mati? Adakah orang yang lebih baik daripada-Nya? Seorang yang tampil secara tiba-tiba menggantikan Dia? Apakah Yesus mau digantikan seperti itu? Mengorbankan orang lain demi diri sendiri?

Yesus menunjukkan bekas luka ditangan-Nya kepada murid-murid-Nya. Ia bertemu dengan mereka. Makan bersama-sama. Berbincang-bincang. Mengajarkan atau menjelaskan Kitab Suci dan terangkat ke Sorga. Jelas bahwa Ia tidak digantikan.

Jawabannya, Yesus mati dan bangkit seperti yang dijanjikan di Kitab Suci. Yesus sendiri mengatakan, “Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.”

Akuilah dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percayalah dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan (Roma 10:9).

Itulah kebenaran tentang kebangkitan Yesus.

Doa:
Tuhan terima kasih atas pelajaran pagi ini. Mampukan hamba agar dapat senantiasa mengakui dan percaya di dalam hati bahwa Allah telah membangkitkan Kristus dari mati. Di dalam nama Yesus Kristus. Amin.

Kegelapan Tuhan di Kalvari


Bacaan: Mat 27:45-56; Lukas 23:44-49
Mulai dari jam dua belas kegelapan meliputi seluruh daerah itu sampai jam tiga…

Kegelapan biasanya diasosiasikan dengan dosa, iblis atau neraka. Tetapi kegelapan di Kalvari bukanlah kegelapan biasa. Ia bukan berasal dari iblis atau oleh iblis sebagai asal atau sumber kegelapan moral atau spiritual (moral darkness atau spiritual darkness). Iblis tidak berkuasa atas kegelapan alam (natural darkness) tetapi Tuhan.

Mari pelajari tentang kegelapan Tuhan di Perjanjian Lama. Baca dan temukanlah arti kegelapan Tuhan melalui ayat-ayat berikut yakni:
  • Kej 15:12,17: penerimaan Tuhan terhadap persembahan Abram
  • Kel 10:21-22: kemarahan, peringatan atau hukuman Allah
  • Yoel 2:1-2, 31: hari Tuhan dan kehadiran Tuhan
  • Amos 5:18,20; 8:9: hari Tuhan dan kemarahan ilahi
Kesimpulannya, kegelapan di Kalvari menandakan kehadiran Tuhan. Itu juga menunjukkan sambutan atau penerimaan-Nya terhadap Anak sebagai korban penghapus dosa manusia. Selain itu, kegelapan di Kalvari juga menggambarkan kemarahan ilahi dari Tuhan terhadap dosa-dosa yang ditanggung oleh Anak. Ingatlah tentang seruan Yesus di kayu salib: ”Allah-Ku, Allah-Ku mengapa Engkau meninggalkan Aku?

Kegelapan Allah di Kalvari meninggalkan fakta yang penuh arti rohani. Sebelumnya, yaitu dari jam 9 sampai jam 12 Yesus disiksa secara fisik, dianiaya, diolok-olokkan, dan disalibkan. Tiga jam setelah itu kegelapan meliputi seluruh daerah itu tepatnya mulai jam 12 sampai jam 3. Tabir Bait Suci terbelah dua. Yesus berseru: ”Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku.” Terjadi gempa bumi dan bukit-bukit batu terbelah. Sedangkan orang banyak di Kalvari terdiam. Mereka tidak mempunyai lampu, alat penerang atau cahaya karena kegelapan itu datang di siang hari.

Ironisnya, kegelapan di Kalvari terasa lebih keras mengetuk hati dua pria yang tidak disangka menjadi percaya. Pertama, pria di sebelah kanan Yesus. Kedua, kepala pasukan Roma yang berkata: ”Sungguh, orang ini adalah orang benar (Anak Allah band. Mat 27:54)!”

Melalui fakta-fakta tersebut dapat ditemukan arti atau kebenaran-kebenaran rohani tentang kegelapan di Kalvari yakni sebagai berikut:
  1. Kegelapan di Kalvari bukanlah kegelapan alam biasa seperti gerhana atau semacamnya. Kegelapan di sana saat itu menandakan kehadiran Tuhan, kemarahan ilahi-Nya, dan penghukuman-Nya terhadap Anak yaitu Yesus sebagai penanggung dan penebus dosa manusia.
  2. Respon orang-orang di Kalvari mengungkapkan bahwa kegelapan itu membungkam, mengejutkan dan membuat mereka tercengang.
  3. Respon Yesus di tengah kegelapan Tuhan adalah menyerahkan diri-Nya sebagai korban penghapus dosa dan menerima hukuman dan kemarahan ilahi dari Bapa. Saat itu Ia berseru: ”Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?”
  4. Pengorbanan Yesus digambarkan melalui Abraham sebagai bapa yang mempersembahkan anak tunggalnya yaitu Ishak. Hal ini dikonfirmasi oleh Injil Yohanes pasal 3 ayat 16: Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia telah mengaruniakan anak-Nya yang tunggal….
  5. Yesus menanggung dan menebus dosa manusia (termasuk Anda dan saya).
  6. Yesus menjadi perantara atau jembatan antara Allah dan manusia. Kebenaran ini diungkapkan dengan tabir Bait Suci yang terbelah menjadi dua.
Dengan kata lain, penderitaan Yesus di Kalvari bukan semata hanya penderitaan fisik, mental, atau ketidakadilan terhadap pria tak berdosa. Tetapi jauh lebih dari itu yaitu penderitaan rohani yang mengandung arti dan kebenaran-kebenaran rohani. Dan yang paling penting lagi, Ia berkorban, menderita, disalib dan mati demi Anda. Karena Ia begitu mengasihi Anda dan saya. Percayalah!

Doa:
Tuhan terima kasih atas pelajaran pagi ini. Mampukan hamba agar dapat senantiasa bersyukur atas kasih dan pengorbanan-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus. Amin.

Selasa, 07 April 2009

SUKA TIDAK SUKA


Bacaan: Yohanes 1:6-8, 15

1:6 Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes;
1:7 ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya.
1:8 Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu
1:15 Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: ”Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.”

Yohanes Pembaptis sangat dihormati dan disegani banyak orang sebagai seorang nabi yang berasal dari Allah. Bukan karena mujizat yang ia lakukan tetapi karena seruan pertobatannya yang menggetarkan dan menantang hati orang-orang di zamannya. Dan memang di Alkitab tidak tercatat ada satu mujizat pun yang ia lakukan.

Realitas ini mengungkapkan kebenaran-kebenaran bagi kekristenan di masa kini bahwa seorang pendeta, penginjil atau hamba Tuhan semestinya bukan menyerukan berita mujizat tetapi berita atau pesan pertobatan.

Seperti halnya di zaman Yesus dan para rasul, mujizat ada menyertai pemberita atau pemberitaan Injil tetapi bukan menjadi berita atau pesan utama. Lagipula sesungguhnya iman bukan timbul dari "melihat mujizat" tetapi dari "mendengarkan firman Tuhan".

Perhatikan saja bangsa Israel yang sudah menyaksikan 10 (sepuluh) tulah. Mereka telah menyeberang laut Teberau. Menyaksikan tiang awan dan tiang api setiap hari. Siang dan malam. Makan manna, daging burung, dan minum air pahit yang berubah menjadi manis. Tetapi bagaimanakah kondisi iman mereka? Sepertinya tak ada yang berubah. Bangsa itu tetap degil dan keras kepala. Mengapa demikian? Karena mereka hanya melihat mujizat tetapi tidak mendengarkan atau memperhatikan firman-Nya.

Jadi, sikap yang mendiskreditkan pendeta, penginjil atau hamba Tuhan yang tidak menyerukan mujizat adalah sangat tidak alkitabiah.

Bagaimana dengan penilaian kesuksesan pengkhotbah berdasarkan tingkat ekonominya? Itu pun perlu diuji dan dipertanyakan. Perhatikanlah Yohanes Pembaptis. Ia adalah seorang yang sederhana yang mengabdikan dirinya sepenuhnya kepada Tuhan. Pakaiannya terbuat dari bulu unta sedangkan makanannya adalah madu hutan. Apakah ini berarti bahwa ia adalah pengkhotbah yang tidak sukses, yang gagal atau yang tidak diberkati Tuhan? Tentu saja tidak, bukan? Tidak pula berarti bahwa para pengkhotbah Kristen harus berpenampilan miskin, seperti gelandangan atau wajib sama seperti Yohanes yang di masa itu persis seperti nabi Elia.

Yohanes Pembaptis disukai Herodes meski raja itu tidak mau bertobat. Sedangkan Herodias tidak demikian karena ia merasa terganggu dengan kehadiran dan seruan pertobatannya. Berbeda halnya dengan sejumlah orang di masa itu. Mereka bertobat dan sangat menghormati Yohanes sebagai nabi Tuhan.

Ada terdapat 3 (tiga) jenis respon orang terhadap khotbah atau pengkhotbah pertobatan yaitu sebagai berikut:
1. Orang yang suka tetapi tidak mau bertobat. Contohnya, Raja Herodes.
2. Orang yang tidak suka khotbah pertobatan tetapi khotbah yang entertaining atau yang menyenangkan (band. 2 Tim 4:3-4).
Khotbah atau pengkhotbah yang disukai orang-orang semacam itu tentu saja tidak menyampaikan pesan yang utuh dari Kitab Suci. Biasanya hanya membahas seputar kesuksesan materi, berkat, kata-kata bijak, hiburan, humor, jokes, atau cerita-cerita yang lucu. Tidak salah mungkin dalam banyak hal yang disampaikan. Tetapi, permasalahannya adalah bahwa mereka tidak sedang menyampaikan berita utama. Padahal seruan pertobatan adalah pesan penting atau sentral di Alkitab.
3. Orang yang suka mendengarkan khotbah dan bertobat. Contoh: Orang-orang Yahudi di Berea (band. Kis 17:11)

Secara emosi, inilah berbagai jenis respon orang terhadap khotbah pertobatan:
1. Tidak mau bertobat, marah, apatis, tidak mau tahu, menentang, melawan, mendiskreditkan atau mungkin menganiaya si pemberita.
2. Menghindar atau mengalihkan diri kepada khotbah yang entertaining atau menghibur. Orang-orang semacam itu akan mendapatkan sukacita yang semu.
3. Suka mendengar khotbah pertobatan, merasa tertusuk hatinya, sedih, menyesali dosa-dosanya, tetapi kemudian merasakan kelegaan atau sukacita yang berasal dari Tuhan (band. Kis 3:19).

Yohanes Pembaptis adalah gambaran tentang orang Kristen yang sejati. Seorang yang dihormati dan disegani karena integritas dan kasihnya. Hanya saja orang tidak menyukai pesan atau berita yang ia bawa.

Gereja di abad pertama pun demikian. Dalam hal tertentu mereka disukai banyak orang. Integritas, kasih, perhatian dan kepedulian mereka sangat disukai. Para pengusaha biasanya suka menawarkan posisi bendahara atau kasir kepada orang Kristen yang jujur. Jadi, lagi-lagi apa yang tidak disukai dari orang Kristen hanyalah pesan atau seruan pertobatannya. Mengapa? Jawabannya sederhana. Karena tidak semua orang mau bertobat. Ada orang-orang tertentu yang merasa terusik atau terganggu dengan seruan atau pesan-pesan semacam itu. Seperti yang pernah dinyatakan oleh Yesus bahwa domba-domba-Nya akan mengenal suara Dia. Sebaliknya yang tidak mengenali suara-Nya bukanlah domba-Nya. Saya yakin, yang dimaksud dengan suara-Nya adalah suara yang menyerukan pertobatan.

Sekali lagi saya katakan bahwa Yohanes Pembaptis sangat dihormati dan disegani banyak orang. Kebenaran ini ditunjukkan ketika Yesus bertanya kepada sejumlah petinggi agama Yahudi tentang baptisan Yohanes terhadap Dia. Ia bertanya, ”…menurut kamu baptisan Yohanes dari Tuhan atau dari manusia?” Mereka tidak berani menjawab dan bersikap serba salah. Jika mereka katakan dari Tuhan berarti Yesus pun dari Tuhan. Jika mereka katakan dari manusia berarti mereka menolak atau menentang Yohanes Pembaptis.

Dengan kata lain, peran Yohanes Pembaptis sangat penting pada pasca kedatangan Yesus. Alkitab menyebut dia sebagai seorang yang mempersiapkan jalan bagi-Nya. Ia mengumpulkan orang-orang, membawa dan menyerahkannya kepada Yesus. Seolah berkata: ”Bertobatlah dan pergi mengikut Yesus! Aku akan semakin kecil tetapi Dia akan semakin besar!”

Doa:
Tuhan terima kasih atas pelajaran pagi ini. Mampukan hamba agar dapat senantiasa teguh di dalam pertobatan. Di dalam nama Yesus Kristus. Amin.

Kamis, 02 April 2009

FACEBOOK TUHAN



Bacaan: Yohanes 1:9-13

1:9 Terang yang sesungguhnya yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia.
1:10 Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.
1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.
1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;
1:13 orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.

Ketika Anda membaca Kitab Injil Yohanes, Anda akan menemukan kisah tentang orang-orang yang tidak mengerti perkataan-perkataan Yesus. Sehingga, mereka menanggapi-Nya dengan respon yang salah atau yang tidak diharapkan.

Mari perhatikan beberapa di antaranya:
Tentang Bait Allah:
Yesus berkata: ”Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.” Orang-orang Yahudi di Bait Suci bertanya:”Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?”

Perbedaannya: Bait Allah yang dimaksud Yesus adalah yang rohani yaitu tubuh-Nya sendiri yang akan bangkit pada hari yang ketiga setelah kematian-Nya. Sedang Bait Allah yang dimaksud oleh orang Yahudi adalah yang jasmani atau lahiriah yaitu gedung atau bangunannya.

Tentang Keselamatan:
Yesus berbicara kepada Nikodemus tentang dilahirkan kembali yaitu dari air dan Roh, tentang melihat Kerajaan-Nya dan masuk ke dalamnya”. Nikodemus bertanya: ”Bagaimana mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?”

Perbedaannya: Kelahiran kembali yang dimaksud oleh Yesus adalah bertobat dan dibaptis sehingga memperoleh pengampunan dosa, karunia Roh Kudus, dan hidup yang baru (band. Kis 2:38; Roma 6:3-4). Tetapi Nikodemus membayangkan tentang kelahiran jasmani.

Tentang Roti Hidup dan asal usul Yesus:
Yesus berkata: ”Akulah roti yang telah turun dari sorga.” Tetapi, orang banyak bertanya: ”Bukankah Ia ini Yesus, anak Yusuf, yang ibu bapa-Nya kita kenal? Bagaimana Ia dapat berkata: Aku telah turun dari sorga?”

Yesus berkata: ”…, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada.” Tetapi, orang-orang Yahudi berkata kepada-Nya: ”Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?”

Perbedaannya: Yesus menyatakan eksistensinya bukan sebagai manusia tetapi sebagai Firman Allah yang turun dari sorga, yang telah ada sejak dulu bahkan sebelum dunia dijadikan. Ia adalah Alpha dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemuka, Yang Awal dan Yang Akhir, yang kekal, yang tidak dibatasi atau yang tidak terbatas oleh waktu (band. Wahyu 22:13). Sedangkan orang banyak menghitung umurnya atau keberadaannya sejak lahir dari rahim perawan Maria yaitu belum mencapai 50 tahun.

Ada terdapat banyak hal lain lagi yang tidak dimengerti oleh orang-orang banyak seperti tentang makanan rohani, tentang makan daging dan minum darah Yesus. Mereka berpikir tentang kanibalis. Sedang yang dimaksud Yesus adalah bahwa Ia adalah Firman Allah yang dibutuhkan oleh manusia. Mereka butuh mengkonsumsi-Nya secara rohani. Mendengarkan, merenungkan, menghayati dan mengamalkannya. Sehingga dengan demikian, mereka dapat memperoleh hidup rohani yang sehat dan kekal.

Ringkasnya, Yesus berbicara tentang hal-hal spiritual sedangkan orang-orang di zaman-Nya tidak demikian. Mereka berpikir dan berbicara tentang hal-hal yang physical, material, yang lahiriah dan jasmaniah. Sehingga mereka (termasuk murid-murid-Nya) tidak mengerti bahkan menanggapi Yesus dengan salah.

Realitas semacam ini pun terjadi di masa kini yaitu ketika orang-orang memandang Yesus seperti orang banyak tersebut. Mereka tidak mengerti, tidak percaya, apatis bahkan mungkin mencoba mengargumentasikan tentang Dia. Ada pula yang menyebar isu mungkin dengan motif sensasi atau popularitas. Pikir mereka, sangat berpotensi untuk “nebeng tenar” bersama Yesus meski dengan gambar sedang menyalibkan Dia di depan publik.

Sadarlah, bahwa isu ketidakpercayaan terhadap Yesus sesungguhnya bukanlah soal tentang Ia pernah ada atau tidak. Bukan soal apakah Ia benar atau “bohong besar”. Tetapi apakah manusia memandang Dia secara spiritual atau tidak. Apakah manusia berbicara dengan ‘bahasa’ Tuhan atau ‘bahasa’ manusia? Apakah manusia melihat-Nya dengan ‘kaca mata’ Dia atau ‘kacamata’ mereka yang telah berdosa dan telah kehilangan kemuliaan-Nya? Karena sepertinya tidak mungkin bagi Tuhan untuk menyatakan diri-Nya sepenuhnya atau seutuhnya dengan bahasa manusia yang berdosa. Dan, lebih tidak mungkin lagi bagi manusia untuk mencari, menemukan dan mengenal Dia dengan cara-cara manusia yang biasanya material, physical, lahiriah atau jasmaniah sifatnya.

Pandanglah Tuhan dengan ‘mata’ rohani. Dan jangan lupa, ketika Anda ingin berkomunikasi 'facebook' dengan-Nya, akseslah ‘internet’ rohani Anda dengan iman kepada-Nya. Jika tidak, Anda mungkin tidak tersambung dan jangan pula heran apabila Anda tersesat bahkan kehilangan arah.

Doa:
Tuhan terima kasih atas pelajaran pagi ini. Mampukan hamba agar dapat senantiasa memandang Engkau dengan ‘mata’ rohani dan berkomunikasi dengan akses iman kepada-Mu. Di dalam nama Yesus Kristus. Amin.