Senin, 01 September 2008

DOSA TERHADAP DIRI SENDIRI

Minggu, 7 September 2008

Bacaan: I Kor 6:18

Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri.

Fakta:
Paulus berkata kepada Jemaat Korintus: “Jauhkanlah dirimu dari percabulan! … orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri.

Pertanyaan:
Apakah arti atau maksud Paulus tentang “…berdosa terhadap dirinya sendiri”?

Jawaban:
Dalam setiap kejadian atau peristiwa dosa pada umumnya terdapat unsur-unsur berikut: pelaku dosa, dosa itu sendiri, dan korban dosa. Pelaku dosa adalah mereka yang melakukan dosa, sedangkan dosa adalah apa yang pelaku dosa lakukan, dan korban dosa adalah mereka yang mendapat pengaruh dosa, atau yang menanggung akibat dari dosa.

Khusus dosa percabulan, korbannya adalah diri sendiri bukan orang lain. Sama halnya seperti seorang pembunuh yang mengarahkan senjatanya kepada diri sendiri bukan kepada orang lain.

Istilah umum tentang “suka sama suka” bukanlah nilai atau prinsip yang alkitabiah. Hubungan seks “suka sama suka” adalah dosa karena dilakukan di luar pernikahan yang suci dan kudus, tidak peduli apapun alasan atau argumentasinya.

Doa:
Tuhan terima kasih atas pelajaran pagi ini. Mampukan hamba agar senantiasa dapat menjaga diri dari dosa terhadap diri sendiri. Dalam nama Yesus Kristus. Amin.

PENGAJAR YANG CAKAP

Sabtu, 6 September 2008

Bacaan: I Kor 6:14

6:14 Allah, yang membangkitkan Tuhan, akan membangkitkan kita juga oleh kuasa-Nya.

Fakta:
Paulus berkata kepada Jemaat Korintus: “Allah, yang membangkitkan Tuhan, akan membangkitkan kita juga oleh kuasa-Nya.”

Pertanyaan:
Apakah arti perkataan Paulus “Allah, yang membangkitkan Tuhan…”?

Jawaban:
Besar kemungkinan bahwa Paulus merujuk kepada kebangkitan Yesus. Dan yang ia maksud dengan “Allah, yang membangkitkan Tuhan,…” adalah Allah Bapa, yang membangkitkan Allah Anak, yaitu Yesus Kristus.

Paulus sangat setia dan teguh berpegang kepada tulisan Alkitab tentang Trinitas atau Ke-Tritunggal-an Allah. Ia tidak mencoba memperjelas apa yang tidak dinyatakan Allah kepadanya dan kepada umatnya. Penulis surat Korintus tersebut sangat teliti dan bijaksana dalam melihat apa yang dinyatakan Allah, yang dapat dijelaskan dan apa yang belum atau tidak dinyatakan.

Sikap sombong atau sok tahu terhadap tulisan Alkitab tentu saja dapat mengakibatkan seseorang salah dalam mengartikan atau mengajarkannya kepada orang lain. Sedangkan seorang pengajar yang cakap dapat membedakan antara penyataan Allah, pendapat pribadi atau sesuatu yang belum atau tidak dinyatakan Allah.

Doa:
Tuhan terima kasih atas pelajaran pagi ini. Mampukan hamba menjadi pengajar yang cakap, yang setia dan berpegang teguh pada tulisan dan penyataan firman-Mu. Dalam nama Yesus Kristus. Amin.

KEGUNAAN DAN KEKUDUSAN

Jumat, 5 September 2008

Bacaan: I Kor 6:12-13

6:12 Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apa pun.
6:13 Makanan adalah untuk perut dan perut untuk makanan: tetapi kedua-duanya akan dibinasakan Allah. Tetapi tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh.


Fakta:
Paulus berkata kepada Jemaat Korintus:
• Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna.
• …aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apa pun.
• Makanan adalah untuk perut dan perut untuk makanan: …kedua-duanya akan dibinasakan Allah.
• …tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh.

Pertanyaan:
Apakah arti perkataan Paulus tersebut?

Jawaban:
Paulus memberi pengertian kepada Jemaat Korintus agar mereka dapat menguasai diri dan tidak diperhamba oleh kedagingan atau hawa nafsu. Ia berharap agar Jemaat Korintus mempertimbangkan sisi kegunaan atau manfaat dari segala sesuatu, bukan asal atau sembarangan, apalagi harus menjadi hamba dosa, kedagingan atau keduniawian.

Paulus pun mengingatkan Jemaat Korintus agar kembali kepada pengertian dan rancangan Allah yaitu bahwa tubuh manusia harus dipersembahkan kepada Allah bukan kepada percabulan.

Melalui perkataan Paulus ini, dapat kita pelajari betapa pentingnya mempertimbangkan sisi kegunaan dari segala sesuatu. Dan disamping itu juga juga penting untuk melihat atau mengingat rancangan awal Allah terhadap hidup manusia.

Doa:
Tuhan terima kasih atas pelajaran pagi ini. Mampukan hamba agar senantiasa mempertimbangkan kegunaan atau manfaat segala sesuatu, dan juga menjaga diri agar tetap kudus bagi Engkau. Dalam nama Yesus Kristus. Amin.

MANTAN PENDOSA

Kamis, 4 September 2008

Bacaan: I Kor 6:9b-11

6:9b Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit,
6:10 pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah, dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
6:11 Dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu. Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita.


Fakta:
Paulus berkata kepada Jemaat Korintus:
• Jangan sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit, pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah, dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
• …beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu.
• …kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita.

Pertanyaan:
Apakah arti perkataan Paulus tersebut?

Jawaban:
Beberapa anggota Jemaat Korintus adalah mantan orang cabul, mantan penyembah berhala, mantan orang berzinah, mantan banci, mantan pemburit, mantan pencuri, mantan orang kikir, mantan pemabuk, mantan pemfitnah, dan mantan penipu.

Melalui latar belakang beberapa anggota Jemaat Korintus tersebut, tergambar moralitas kota Korintus pada zaman itu. Jika ada orang cabul, berarti ada pula partner cabul-nya. Jika ada penyembah berhala, pasti ada fasilitas, izin praktik, pengikut, atau kelompoknya. Demikian pula dengan pemabuk, pezinah, banci dan pendosa-pendosa lainnya.

Sepertinya, kota Korintus mempunyai moralitas yang sangat korup. Dan hal ini merupakan godaan sekaligus tantangan bagi Jemaat di sana.

Paulus bukan saja menjadikan pendosa asal Korintus menjadi murid Yesus, tetapi juga menjaga mereka agar tidak kembali atau menjadi sama seperti para pendosa Korintus. Ia membimbing mereka untuk setia dan bertumbuh di dalam Dia (band Mat 28:19-20). Sehingga pada akhirnya, mereka dapat masuk ke dalam Kerajaan Sorga dan mendapat tempat atau bagian di dalam-Nya.

Doa:
Tuhan terima kasih atas pelajaran pagi ini. Mampukan hamba agar senantiasa dapat menjadikan orang lain menjadi murid Kristus, dan membimbing mereka untuk tetap setia dan bertumbuh di dalam Engkau. Dalam nama Yesus Kristus. Amin.

KEKUDUSAN ATAU KEADILAN?

Rabu, 3 September 2008

Bacaan: I Kor 6:7-9a

6:7 Adanya saja perkara di antara kamu yang seorang terhadap yang lain telah merupakan kekalahan bagi kamu. Mengapa kamu tidak lebih suka menderita ketidakadilan? Mengapakah kamu tidak lebih suka dirugikan?
6:8 Tetapi kamu sendiri melakukan ketidakadilan dan kamu sendiri mendatangkan kerugian, dan hal itu kamu buat terhadap saudara-saudaramu.
6:9a Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah?


Fakta:
Paulus berkata kepada Jemaat Korintus:
• Adanya…perkara di antara kamu yang seorang terhadap yang lain telah merupakan kekalahan bagi kamu.
• Mengapa kamu tidak lebih suka menderita ketidakadilan? Mengapakah kamu tidak lebih suka dirugikan?
• …kamu sendiri melakukan ketidakadilan dan kamu sendiri mendatangkan kerugian, dan hal itu kamu buat terhadap saudara-saudaramu.
• …orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah?

Pertanyaan:
Apakah arti perkataan Paulus berikut: “Mengapa kamu tidak lebih suka menderita ketidakadilan? Mengapakah kamu tidak lebih suka dirugikan?”

Jawaban:
Paulus menilai bahwa menjadi korban ketidakadilan atau dirugikan oleh saudara-saudara di dalam Jemaat adalah lebih baik daripada menjadi pelaku ketidakadilan atau kerugian itu sendiri.

Dengan kata lain, Paulus menjaga hati Jemaat Korintus dari dosa kebencian, kepahitan, dendam atau dosa lainnya.

Ia, yang dahulu adalah seorang Sanhendrin, penganiaya orang Kristen, penganut mata ganti mata, gigi ganti gigi, telah diubahkan oleh kasih Kristus.

Bukan saja terinspirasi oleh kasih dan pengampunan-Nya, Paulus telah hidup seperti Kristus, bahkan mengatakan bahwa Kristus hidup di dalam dirinya (band. Gal 2: 20).

Ayat Renungan:
Gal 2: 20

Doa:
Tuhan terima kasih atas pelajaran pagi ini. Mampukan hamba agar senantiasa dapat memilih untuk menjadi kudus dan benar meski harus menerima ketidakadilan. Dalam nama Yesus Kristus. Amin.

PERKARA DAN MANDAT

Selasa, 2 September 2008

Bacaan: I Kor 6:3-4

6:3 Tidak tahukah kamu, bahwa kita akan menghakimi malaikat-malaikat? Jadi apalagi perkara-perkara biasa dalam hidup kita sehari-hari.
6:4 Sekalipun demikian, jika kamu harus mengurus perkara-perkara biasa, kamu menyerahkan urusan itu kepada mereka yang tidak berarti dalam jemaat?


Fakta:
Paulus berkata kepada Jemaat Korintus:
• …kita akan menghakimi malaikat-malaikat…dan perkara-perkara biasa dalam hidup kita sehari-hari.
• …kamu harus mengurus perkara-perkara biasa, jangan menyerahkan urusan itu kepada mereka yang tidak berarti dalam jemaat…

Pertanyaan:
1. Apakah arti dan tujuan perkataan Paulus tersebut?
2. Apa arti “kita akan menghakimi malaikat-malaikat”?

Jawaban:
Paulus membedakan perkara ke dalam dua kategori. Pertama, perkara biasa, dan kedua, perkara luar biasa. Yang dimaksudkan oleh Paulus tentang perkara biasa adalah menyangkut penyelesaian perselisihan antar anggota di dalam Jemaat dan disiplin terhadap anggota jemaat yang tidak mau bertobat. Sedangkan yang dimaksud dengan perkara luar biasa adalah menyangkut hari penghakiman, hidup kekal, dan hal-hal yang bersifat supranatural.

Paulus tidak menjelaskan lebih jauh tentang perkara-perkara luar biasa kecuali tentang murid Kristus atau Jemaat yang akan menghakimi malaikat-malaikat yang membelot, atau yang lebih dikenal dengan sebutan iblis.

Dengan demikian, Paulus menekankan bahwa jika murid Kristus atau anggota Jemaat diberi mandat menyelesaikan perkara luar biasa, mengapa mereka seolah tidak berdaya menyelesaiakan perkara biasa, dengan cara menyerahkannya kepada orang duniawi atau tidak berhikmat.

Doa:
Tuhan terima kasih atas pelajaran pagi ini. Berikan keyakinan yang dalam akan mandat yang Engkau anugerahkan dalam hidup hamba. Dan mampukan hamba agar senantiasa dapat menyelesaikan berbagai perkara-perkara biasa di dalam Jemaat. Dalam nama Yesus Kristus. Amin.

KASIH DAN KETEGASAN

Senin, 1 September 2008

Bacaan: I Kor 5:9-11

5:9 Dalam suratku telah kutuliskan kepadamu, supaya kamu jangan bergaul dengan orang-orang cabul.
5:10 Yang aku maksudkan bukanlah dengan semua orang cabul pada umumnya dari dunia ini atau dengan semua orang kikir dan penipu atau dengan semua penyembah berhala, karena jika demikian kamu harus meninggalkan dunia ini.
5:11 Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk, atau penipu; dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama.


Fakta:
Paulus berkata kepada Jemaat Korintus:
• …telah kutuliskan kepadamu, supaya kamu jangan bergaul dengan orang-orang cabul.
• ...bukan dengan semua orang cabul pada umumnya dari dunia ini atau dengan semua orang kikir dan penipu atau dengan semua penyembah berhala, karena jika demikian kamu harus meninggalkan dunia ini.
• ...jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk, atau penipu; dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama.

Pertanyaan:
1. Apakah arti dan tujuan perkataan Paulus tersebut?
2. Apa arti “makan bersama-sama” pada zaman Paulus?

Jawaban:
Paulus mengantisipasi penerimaan dosa dan pengaruhnya di dalam Jemaat sehingga mengakibatkan Jemaat tersebut melakukan hal yang sama, atau menjadi sama seperti si pendosa.

Sepertinya orang berdosa tertentu di dalam Jemaat Korintus tidak mau bertobat, dan menjadi sama seperti dunia. Orang-orang tersebut sudah tidak memiliki sikap, hati, dan karakter seperti murid-murid Kristus di dalam Jemaat. Paulus tidak menganggap mereka saudara asli tetapi saudara palsu.

Paulus adalah rasul yang penuh kasih tetapi ia juga adalah rasul yang tegas. Ia tahu dan cermat menjaga Jemaat Allah dari dosa dan pengaruh saudara palsu, yakni mereka yang sudah tidak memiliki dukacita atau penyesalan terhadap dosa di dalam dirinya.

Di zaman Paulus, makan bersama merupakan bentuk penerimaan, persaudaraan atau kekeluargaan. Dan Paulus tidak menghendaki Jemaat Korintus makan bersama dengan saudara-saudara palsu tersebut.

Doa:
Tuhan terima kasih atas pelajaran pagi ini. Berikan hamba hati yang penuh kasih dan tegas terhadap dosa, dan dapat menerapkannya dengan tepat dan benar. Dalam nama Yesus Kristus. Amin.